MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2019-03-22 10:19 WIB

Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru

<p>Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi melepas rombongan keluarga korban penembakan di Masjid Linwood Avenue, New Zealand (Selandia Baru). Keluarga...

Puskesmas Padang Pasir Bidik Pasangan Usia Subur Ikuti IVA Test

AI Mangindo Kayo | Rabu, 09-01-2019 | 20:49 WIB | 196 klik | Kota Padang
<p>Puskesmas Padang Pasir Bidik Pasangan Usia Subur Ikuti IVA Test<p>

Camat Padang Barat, Eri Sendjaya didampingi Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr Winanda memberikan keterangan pers tentang IVA Test di Media Center Balaikota Padang, Rabu (9/1/2019). (humas)

VALORAnews - Sedikitnya, 2.594 perempuan usia subur di Padang Barat, telah mengikuti tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Padang Barat melalui Puskesmas Padang Pasir tanggal 1 Januari 2018 hingga 9 Januari 2019.

"Ditemukan data dari yang telah diperiksa itu, 10 persen positiv IVA (sebanyak 258 orang) dan seluruhnya sudah dilakukan Kreoteraphy," ungkap Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr Winanda di Media Center Balaikota Padang, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan, IVA adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat. Dengan cara ini, dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatife dari pap smear.


Hal ini biasanya lebih murah, praktis dan sangat mudah untuk dilaksanakan dengan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.

"Kami terus melakukan sosialisasi agar para pasangan usia subur bisa melakukan pemeriksaan IVA, sehingga terhindar dari kanker mulut rahim dan kanker leher rahim," ungkap dokter yang membawa Puskesmas Padangpasir ini jadi utusan Sumbar ke tingkat nasional.

Dengan mengikuti pemeriksaan IVA, terang dr Winanda, dapat diketahui secara dini kondisi mulut dan leher rahim. Jika positif pengobatan bisa dilakukan lebih awal. Dimana dalam IVA Test yang digelar di Puskesmas Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat tersebut diharapkan dapat mencapai target sebanyak 3.000 peserta.

Diharapkan, semua wanita bisa menjaga alat reproduksi, khususnya terhadap bahaya kanker mulut rahim dan kanker leher rahim yang bisa mengakibatkan bayi cacat dan berujung pada kematian.

"Pemeriksaannya dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi rahim selalu dalam keadaan sehat. Sementara bagi yang telah melakukan pemeriksaan diharapkan untuk mengajak wanita lain melakukan pemeriksaan. Selain gratis juga mudah dan sebentar serta tidak sakit," ujar Winanda.

Winanda mengingatkan para wanita, akan pentingnya 4T yang mesti dihindari dalam kehamilan. Yaitu terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat melahirkan dan terlalu banyak. "Diimbau kepada para bidan, agar selalu mengingatkan mengenai pentingnya mengikuti program KB agar terhindar dari 4T tersebut," harapnya.

"Dengan deteksi dini dimaksudkan untuk meminimalisir penderita kanker serviks, juga mempermudah mengobatinya karena sudah dideteksi secara dini. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang memiliki peringkat prevalensi kedua setelah kanker payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Dibutuhkan motivasi dan keberanian untuk menjalani tes IVA," ulas Winanda.

Pada kesempatan yang sama, Camat Padang Barat, Eri Senjaya berharap, kegiatan IVA Test tentunya dapat membantu meningkatkan kesehatan perempuan usia kawin subur 30-50 tahun khususnya di Kecamatan Padang Barat.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk upaya penyadaran bagi masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini terhadap bahaya gejala kanker leher rahim melalui IVA Test.

"Saya juga berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian upaya promotif dan preventif pada masyarakat luas pada umumnya, dan pekerja wanita pada khususnya. Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk membangun kesadaran masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim dengan menggunakan Pemeriksaan IVA test serta melaksanakan pola hidup yang sehat, baik dan seimbang," harap Eri Senjaya.

"Untuk yang terdeteksi positif IVA langsung ditangani dengan pengobatan. Kalau yang sudah tidak bisa ditangani langsung direkomendasi untuk dirujuk ke rumah sakit. Pemeriksaan IVA berjaring dengan BPJS, jika ada yang positif akan didampingi sampai selesai," tambah staf Puskesmas Padang Pasir Erliana. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar