MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2019-03-22 10:19 WIB

Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru

<p>Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi melepas rombongan keluarga korban penembakan di Masjid Linwood Avenue, New Zealand (Selandia Baru). Keluarga...

Gempabumi Tektonik 5,5 Guncang Mukomuko, Ini Penyebabnya

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 12-01-2019 | 07:01 WIB | 351 klik | Nasional
<p>Gempabumi Tektonik 5,5 Guncang Mukomuko, Ini Penyebabnya<p>

Ilustrasi lokasi gempa Mukomuko, Sabtu (12/1/2019), pukul 02.05.29 WIB.

VALORAnews - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempabumi tektonik, Sabtu (12/1/2019), pukul 02.05.29 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan 5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran jadi 5,6 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,51 LS dan 101,16 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 km arah selatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu pada kedalaman 50 km," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima beberapa saat lalu.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, ungkap Rahmat, gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.


Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," terangnya.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Bengkulu Utara, Lebong, Mukomuko dalam skala intensitas III-IV MMI, di daerah Kota Bengkulu dalam skala intensitas III MMI, dan di daerah Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Padang dalam skala intensitas II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," tambah Rahmat.

Hingga pukul 02.40 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar