MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-01-17 21:19 WIB

Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Direndam Banjir

<p>Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Direndam Banjir<p>

VALORAnews - Hujan deras melanda Kabupaten Solok Selatan, sepanjang Kamis (17/1/2019) sore membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, ratusan rumah...

Unand Luluskan 11 Profesi Insinyur, Prof Tafdil: Ini Tonggak Sejarah Baru Unand

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 12-01-2019 | 19:09 WIB | 107 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Unand Luluskan 11 Profesi Insinyur, Prof Tafdil: Ini Tonggak Sejarah Baru Unand<p>

Rektor Unand, Prof Tafdil Husni mengalungkan medali pada Dekan Fakultas Teknik Unand, Insannul Kamil yang jadi lulusan pertama program studi profesi insinyur, program pasca sarjana Unand. (istimewa)

VALORAnews - Sebanyak 11 orang mahasiswa Program Studi Profesi Insinyur, program pasca sarjana Universitas Andalas, dilantik dan diambil sumpahnya, Kamis (10/1/2019) di kampus Limau Manis.

"Alhamdulillah, 11 insinyur lulusan program studi program profesi insinyur ini, merupakan tonggak sejarah baru di Universitas Andalas," kata Rektor Unand, Prof Tafdil Husni usai pelantikan.

Unand merupakan Universitas yang termasuk pertama, mendapatkan mandat izin penyelenggaraan program studi profesi insinyur dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ada 40 perguruan tinggi di Indonesia pada 2017 yang mendapat mandat itu, salah satunya Unand.


Menurut Prof Tafdil, program profesi insinyur sama dengan lulusan kedokteran, farmasi dan akuntasi yang lulusnya baru diberikan gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Farmasi dan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi.

"Jika ingin dapat kompetensi profesi, maka harus menjalani lebih dulu pendidikan profesi," terangnya.

Prof Tafdil menekankan, keberadaan insinyur merupakan tuntutan zaman. Karena, dalam era persaingan yang sarat perkembangan teknologi saat ini --disebut dengan era digital atau revolusi industri 4.0--, dituntut adanya profesionalisme dari setiap profesi. Apalagi dalam skala global.

Sementara, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Teguh Haryono menyampaikan, program profesi insinyur di Indonesia, untuk level Sumatera dimulai dari Unand Padang berdasarkan catatan PII.

Ia berharap, dengan kehadiran insinyur-insinyur baru di Universitas Andalas, dapat berkontribusi untuk memecahkan berbagai persoalan dan tantangan masa depan yang dihadapi masyarakat serta dapat bersaing secara global.

"Banyak tantangan yang dihadapi insinyur ke depan termasuk di Sumatera Barat. Kita harus mengupayakan inovasi dan nilai tambah serta menjaga kode etik insinyur," harap Teguh.

Menurut Teguh, insinyur harus selalu dan terus menerus belajar agar bisa meningkatkan kapasitas dan mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dalam melaksanakan profesinya, insinyur harus selalu dapat menerapkan prinsip keselamatan kerja, termasuk melindungi masyarakat," tukas Teguh. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Pendidikan