MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2019-02-13 22:18 WIB

Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan

<p>Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan<p>

VALORAnews - Komitmen Pemerintah Kota Padang anti maksiat, terus dilakukan. Melalui Satpol PP, puluhan penginapan serta tempat hiburan malam kembali...

Koperasi Syariah Sekaligus jadi UPZ, Ini Target Mahyeldi

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 02-02-2019 | 17:08 WIB | 65 klik | Kota Padang
<p>Koperasi Syariah Sekaligus jadi UPZ, Ini Target Mahyeldi<p>

Wali Kota Padang, Mahyeldi memberikan arahan pada pembentukan UPZ sekaligus penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPPS se-kecamatan Koto Tangah, di aula kantor camat, Sabtu (2/2/2019). (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kota Padang semakin serius terhadap pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau sebelumnya disebut Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) yang terlahir dari Baitul Maal waTamwil (BMT).

Peran lembaga bisnis mikro kecil yang terbentuk di setiap kelurahan ini dikerjasamakan dengan Baznas Kota Padang sehingga didalamnya terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Menurut Wali Kota Padang, Mahyeldi, KSPPS menjalankan peran ganda yaitu sebagai lembaga bisnis (tamwil) dan disisi lain melakukan fungsi sosial yakni menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana ZISWAF melalui kerjasama dengan Baznas Kota Padang.


Untuk Zakat Infak Sadaqah (ZIS), penyaluran dan pendayagunaannnya lebih ke arah pemberdayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang mustahik. Sementara, khusus untuk Wakaf Uang, dalam penghimpunan bersifat sosial namun pengelolaan dan pengembangannya dalam bentuk komersial.

Karena, ada amanah wakif (pemberi wakaf) untuk memberikan manfaat hasil wakaf untuk diberikan kepada maukufalaih (penerima manfaat).

"Dalam pengelolaan ini diperlukan akuntabilitas KSPPS, dalam kiprahnya yang berfungsi sebagai lembaga bisnis dan sebagai UPZ dari Baznas. Untuk itu diperlukan manager yang amanah sekaligus terampil melihat peluang-peluang guna pengembangan koperasi dan UMKM," kata Mahyeldi usai menghadiri pembentukan UPZ sekaligus penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPPS se-kecamatan Koto Tangah, di aula kantor camat, Sabtu (2/2/2019).

Mahyeldi menjelaskan, penguatan KSPPS sejalan dengan penguatan UMKM dan dengan berbagai program pula Pemerintah Kota Padang berupaya meningkatkan pemasaran bagi produk UMKM tersebut. Upaya yang dilakukan itu dimulai dengan pembangunan pasar dan pembenahan objek-objek wisata agar wisatawan semakin ramai dan nyaman berkunjung ke Padang.

Di samping itu, diupayakan pula melaksanakan event-event besar baik berskala regional, nasional maupun internasional.

"Dengan pembenahan pasar, objek-objek wisata dan melaksanakan event-event nasional, regional dan internasional makan terus menghadirkan banyak orang di Kota Padang, dengan sendirinya menciptakan pasar bagi UMKM," sebutnya.

Dikatakan Mahyeldi, seiring terciptanya pasar bagi produk UMKM menyusul diramaikannya kunjungan melalui event-event tersebut, tentunya kualitas produk UMKM lokal juga harus mampu memenuhi standar-standar pasar nasional maupun internasional.

Peningkatan kualitas tersebut akan meningkatkan daya saing produk UMKM Kota Padang sehingga tidak kalah dengan produk luar daerah yang masuk.

"Produk UMKM kita juga harus ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing dan memenuhi standar pasar sehingga diminati," tutur Mahyeldi.

Dikesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang, mengapresiasi Camat Koto Tangah Syahrul yang telah mengakomodir pelaksanaan RAT KSPPS se-Kecamatan Koto Tangah sekaligus mendorong pembentukan UPZ.

Dikesempatan ini, juga hadir Wakil Ketua Baznas Kota Padang Syafriadi Autid sebagai saksi pembentukan UPZ yang nantinya akan berkoordinasi dengan lembaga yang dipimpinnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar