MITRA VALORA NEWS

Senin, 2019-04-22 19:01 WIB

Pengelolaan Surat Elektronik Mesti Pertimbangkan Aspek Hukum

<p>Pengelolaan Surat Elektronik Mesti Pertimbangkan Aspek Hukum<p>

VALORAnews -- Kabag Organisasi Setdako Padang, Sandra Imelda mengungkapkan, masih terdapat pemahaman yang berbeda di masing-masing OPD, terhadap...

105 Gempa Susulan Terjadi di Megathrust Mentawai, BMKG: Langsung Evakuasi Jika Terasa Lama

AI Mangindo Kayo | Minggu, 03-02-2019 | 20:16 WIB | 115 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>105 Gempa Susulan Terjadi di Megathrust Mentawai, BMKG: Langsung Evakuasi Jika Terasa Lama<p>

Info grafis gempa Mentawai 6,0 SR pada Sabtu (2/2/2019).

VALORAnews - Gempa dengan magnitudo 5,3 Skala Richter (SR) dan 6,0 SR mengguncang di sekitar titik Megathrust Mentawai, Sabtu (2/2/2019) dalam waktu tak lama berselang. BMKG mencatat, bergoyangnya kawasan Megathrust itu, telah memicu terjadinya gempa susulan hingga 105 kali hingga Ahad (3/2/2019), pukul 09.00 WIB.

"Jika terjadi gempa kecil (di bawah 5 SR) dengan durasi waktu lama (lebih dari 1 menit), segera evakuasi ke tempat aman. Kalau menunggu warning BMKG, warga akan kehilangan golden time (waktu berharga untuk evakuasi-red) sekitar 5 menit. Jadikan gempa itu sebagai warning," tegas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Pernyataan ini disampaikan Rahmat, terkait fenomena gempa beruntun yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar pada Sabtu hingga Ahad.


Pada Sabtu (2/2/2019), pukul 16.27 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan 6,0 yang kemudian dimutakhirkan jadi 6,1 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,92 LS dan 99,98 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 km arah tenggara Kota Tua Pejat pada kedalaman 26 km. Gempabumi ini didahului gempabumi dengan kekuatan 5,3 SR, dalam rentang 24 menit.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera," ungkap Rahmat dalam siaran pers yang diterima.

Konvergensi kedua lempeng tersebut, urai Rahmat, membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok II-III MMI Padang, Pariaman, Painan III-IV dan Kepulauan Mentawai (Tua Pejat,Pagai Selatan) IV-V MMI. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar