MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2019-02-13 22:18 WIB

Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan

<p>Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan<p>

VALORAnews - Komitmen Pemerintah Kota Padang anti maksiat, terus dilakukan. Melalui Satpol PP, puluhan penginapan serta tempat hiburan malam kembali...

Mahyeldi Harapkan BBPOM Padang Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 10-02-2019 | 18:23 WIB | 155 klik | Kota Padang
<p>Mahyeldi Harapkan BBPOM Padang Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan<p>

Wako Padang, Mahyeldi berswafoto dengan jajaran BBPOM Padang, di arena Car Free Day (CFD) di depan Kantor Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumatra Barat Jl. Chatib Sulaiman Padang, Ahad (10/2/2019). (humas)

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membuka acara Car Free Day (CFD) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dalam rangka HUT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI ke-18 di depan Kantor Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumatra Barat Jl. Chatib Sulaiman Padang, Ahad (10/2/2019).

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan BBPOM berbakti untuk negeri dan menyelamatkan rakyat dengan tugasnya.

"BBPOM adalah suatu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada rakyat, agar rakyat terlindungi dari produk-produk yang membahayakan," tuturnya.


Ditambahkan Mahyeldi, di Indonesia dengan penduduknya mayoritas Muslim, di sinilah tanggung jawab negara dalam penyiapan kebutuhan rakyat. Rakyat mudah sekali heboh ketika berbicara masalah vaksin, difteri, atau meningitis, karena belum adanya jaminan kepada rakyat yang mayoritas muslim.

"Dalam hal ini, Pemerintah Kota Padang mengharapkan bantuan dan kerja sama yang baik dengan BBPOM Padang kedepannya untuk menyelamatkan masyarakat dari obat-obatan dan bahan makanan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di tengah masyarakat dan yang dapat merusak kesehatan," imbuhnya.

"Pemko Padang telah memulai untuk memberikan label di setiap bahan makanan yang dikonsumsi untuk mengetahui kejelasan kandungannya, seperti halnya obat-obatan yang memiliki aturan dalam pembuatannya dan diberi label," ujarnya.

"Makanan yang dikonsumsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat harus ada labelnya. Bukan label halal saja, namun label haram pun hendaknya tertera di setiap kemasan. Demi menyelamatkan dan menjamin kenyamanan masyarakat dalam mengkonsumsi segala sesuatunya," ujarnya.

Dikesempatan tersebut, Mahyeldi juga berharap BBPOM Padang bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Padang untuk dapat mengedukasi generasi muda Kota Padang mengenai bahaya mengkonsumsi bahan makanan dan obat-obatan yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Sejalan dengan harapan Mahyeldi, Kepala BBPOM Padang yang diwakili Hilda Murni menyampaikan, pada acara CFD tersebut BBPOM Padang akan melakukan pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat Kota Padang dengan tema "Berbakti Untuk Negeri".

"BPOM RI dan jajarannya di daerah memiliki peran yang sangat strategis untuk melindungi masyarakat terhadap obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan. Melihat kondisi akhir-akhir ini di mana marak terjadi peredaran produk ilegal baik berupa obat, makanan dan kosmetik," ungkapnya.

Untuk itu, BBPOM Padang akan mengintensifkan berbagai kegiatan guna mengedukasi masyarakat, agar mampu melindungi dirinya sendiri dari produk yang tidak memenuhi syarat keamanan serta mutu makanan itu sendiri.

Acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain donor darah, konsultasi obat, senam, pemeriksaan kesehatan, jalan sehat, bazar produk UMKM dan menyediakan makanan gratis. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar