MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2019-05-19 09:02 WIB

Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih ke Relawan Mahen

<p>Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih ke Relawan Mahen<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada seluruh relawan yang berperan aktif dengan ikhlas mendukung...

Panglima TNI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Mulai Dicontoh

AI Mangindo Kayo | Jumat, 15-03-2019 | 06:47 WIB | 193 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Panglima TNI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Mulai Dicontoh<p>

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan cenderamata pada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung, Kabupaten Padangpariaman usai Silaturrahmi Kebangsaan dan Tabligh Akbar, Kamis (14/3/2019). (istimewa)

VALORAnews - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, pondok pesantren memiliki peran penting mempersiapkan umat dalam menghadapi tantangan yang makin komplek. Pondok pesantren dengan santri dan ulamanya, jadi pencerah dalam kehidupan umat beragama.

Penegasan itu diungkapkan Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (14/3/2019), pada Silaturrahmi Kebangsaan dan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung, Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Hadi Tjahjanto, tanpa kehadiran ulama dan santri yang dididik di pondok pesantren, umat bisa kehilangan arah dalam hidupnya. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pesantren diminta untuk terus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Santri terus junjungan tinggi kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Bayangkan tanpa pesantren, tidak ada manusia berpengetahuan yang unggul, cerdas, berkualitas dan memiliki pemahaman keagamaan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saya bersama Kapolri, Tito Karnavian berkeliling Indonesia untuk memastikan keamanan NKRI. Foto-foto Panglima TNI dan Kapolri bergandengan dipajang dimana-mana. Ini membuktikan bahwa Indonesia masih aman," kata Hadi Tjahjanto.

Silaturrahmi ini juga dihadiri Kapolri, Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian, Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathan, KH Musthofa Aqil Siradj, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Syekh Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Basa, Ketua Yayasan Nurul Yaqin, Idarusalam Tuanku Sutan, santri dan majelis guru pesantren Nurul Yaqin dan cabang Nurul Yaqin.

Dikatakan, betapa luasnya NKRI ini. Dua pertiga wilayahnya laut. Memiliki banyak bahasa, suku, pulau, agama yang berbeda. Ada Sunda, Jawa, Bugis, Padang (Minang), Papua dan seterusnya. Berbeda-beda itulah Indonesia. Pesantren berperan penting menjaga NKRI agar tetap utuh.

Hadi mengungkapkan, Indonesia memiliki orang-orang hebat. Ada anak bangsa Indonesia yang meraih juara olimpiade matematika tingkat dunia. Indonesia juga mampu meraih juara olimpiade bidang fisika, kimia di dunia. Mereka berhasil karena mampu mendisiplilkan dirinya. Kunci sukses tersebut adalah disiplin diri.

"Di pondok pesantren santri sudah diajar dan dilatih disiplin. Sama seperti di TNI dan Polri. TNI dan Polri disiplin kapan harus tidur dengan bunyi terompet, bangun sebelum subuh dibunyikan terompet," terangnya.

"Hal yang sama santri pun mengalaminya di pesantren. Tidur diatur, bangun pun diatur. Semua disiplin. Pola pendidikannya sama persis dengan TNI dan Polri. Itulah keberhasilan pondok pesantren membina santrinya menjadi pemimpin masa depan. Sekarang sistem pendidikan pesantren mulai dicontoh dengan pola boarding school," kata Hadi.

Hadi juga minta santri agar mampu menyaring informasi melalui media (sosial) yang sengaja memecah belah bangsa Indonesia. Untuk itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus terus dijaga serta diperkuat. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Padang Pariaman