MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-04-18 17:44 WIB

Nasril Abit Rasakan Animo Pemilih Sumbar Meningkat

<p>Nasril Abit Rasakan Animo Pemilih Sumbar Meningkat<p>

VALORAnews - Melihat animo masyarakat terutama kaum melenial, diperkirakan partisipasi pemilih Sumbar meningkat sekitar 80 persen, dibandingkan...

Sekolah Tangguh Bencana Harus Terus Diperkuat

AI Mangindo Kayo | Kamis, 21-03-2019 | 07:36 WIB | 115 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Sekolah Tangguh Bencana Harus Terus Diperkuat<p>

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit foto bersama dengan peserta Bimbingan Teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bagi kepala sekolah, guru SMA sederjat dan stakeholder di Padang, Selasa (19/3/2019). (humas)

VALORAnews - Sumatera Barat yang merupakan kawasan rawan bencana, bukan sesuatu yang mesti ditakuti atau disesali. Hal ini mesti jadi pemicu semangat untuk tumbuh dan tangguh dalam segala hal.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat membuka Bimbingan Teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bagi kepala sekolah, guru SMA sederjat dan stakeholder di Padang, Selasa (19/3/2019).

Dia menyampaikan, dampak bencana meliputi semua aspek kehidupan manusia baik moril maupun materil. Termasuk sarana pendidikan, sehingga proses belajar mengajar juga terganggu dan menimbulkan korban jiwa terhadap peserta didik.


"Hal ini tentunya sangat memprihatinkan kita semua, terutama karena para pelajar adalah aset bangsa, generasi penerus bangsa. Kejadian semua ini menyadarkan kita, betapa pentingnya penerapan sekolah atau satuan pendidikan lainnya yang tangguh dalam menghadapi resiko bencana," terangnya.

Untuk mencapai ketangguhan sekolah, setidak-tidaknya ada tiga pilar yang menjadi perhatian antara lain. Pertama aspek bangunan dan fasilitas sekolah, kedua aspek manajemen bencana di sekolah dan ketiga aspek pendidikan pengurang resiko bencana (PRB) di sekolah.

Dia menambahkan, potensi bencana gempa bumi, tsunami dan bencana hidrometeologi di Sumatera Barat, merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari pergerakan tiga lempeng indo-australia dengan lempeng eurasia di lokasi Mentawai (Megathrust Mentawai Fault System) serta Sumatera Fault System (sesar Sumatera).

Begitu juga faktor iklim cuaca yang cukup dinamis, curah hujan yang tinggi dan lebat di musim penghujan, membuat Sumatera Barat sering dilanda banjir, banjir bandang dan longsor. Sementara bila terjadi musim kemarau seberapa daerah terjadi kekeringan.

"Kedua faktor geologis dan hidrologis merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Satu memberi rahmat alam yang indah dan subur namun disisi lain menyimpan potensi resiko bencana di Sumatera Barat," terangnya.

"Seiring dengan semangat untuk terus meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana, khususnya komoditas sekolah ini dilakukan bimbingan teknis bagi satuan pendidikan aman bencana," pungkasnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar