MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-04-18 17:44 WIB

Nasril Abit Rasakan Animo Pemilih Sumbar Meningkat

<p>Nasril Abit Rasakan Animo Pemilih Sumbar Meningkat<p>

VALORAnews - Melihat animo masyarakat terutama kaum melenial, diperkirakan partisipasi pemilih Sumbar meningkat sekitar 80 persen, dibandingkan...

Irwan Prayitno Nilai Pariwisata Sumbar Membaik, Data BI Bicara Sebaliknya

AI Mangindo Kayo | Kamis, 11-04-2019 | 18:33 WIB | 90 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Irwan Prayitno Nilai Pariwisata Sumbar Membaik, Data BI Bicara Sebaliknya<p>

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno foto bersama dengan narasumber pada diskusi diseminasi Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sumatera Barat periode Februari 2019, di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Kamis (11/4/2019). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menilai, perlunya penguatan dan pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber perekonomian Sumatera Barat di masa mendatang. Hal ini juga sejalan dengan masuknya sektor pariwisata dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Perkembangan sektor pariwisata di Sumatera Barat terbilang cukup baik, seiring dengan terus tumbuhnya bisnis perhotelan dan rumah makan juga pusat rekreasi di wilayah Sumatera Barat. Ke depan, perlunya sinergi dan koordinasi yang erat antar instansi dan pelaku usaha untuk terus mendukung peningkatan sektor pariwisata, termasuk OPD terkait, perhotelan, penyedia jasa transportasi maupun masyarakat luas," ungkap Irwan pada diskusi di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Kamis (11/4/2019).

Tema diskusi ini, "Strategi Penguatan Sektor Pariwisata Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat." Acara ini dihadiri pimpinan dan perwakilan institusi terkait serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Pariwisata Sumbar dan Kantor OJK Provinsi Sumbar. Diskusi ini sekaligus merupakan bagian dari diseminasi Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sumatera Barat periode Februari 2019.


Dalam kesempatan tersebut dibahas pula strategi yang dapat diterapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan pariwisata ke depannya, antara lain pengembangan destinasi wisata dan promosi wisata (branding) yang mengacu pada konsep 3A dan 2P, yakni Akesibilitas, Atraksi, Amenitas, Pelaku Usaha dan Promosi.

Dari sisi akesibilitas, yang perlu menjadi perhatian adalah pengembangan akses jalan raya dan penyediaan sarana transportasi publik yang layak dan nyaman menuju destinasi wisata. Atraksi wisata yang sudah banyak di Sumbar, ke depan diharapkan dapat lebih diorganisir dengan profesional sehingga memberikan dampak publikasi dan ekonomi yang luas.

Sementara, dari sisi amenitas, pelaku usaha diharapkan dapat lebih banyak mengembangkan kawasan Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE), pelaku usaha restoran juga diharapkan dapat mendapatkan label Halal dari MUI untuk menambah keyakinan konsumen terkait kehalalan makanan yang disediakan.

Potensi pariwisata Sumbar yang besar, diharapkan diimbangi dengan promosi destinasi wisata melalui promosi konvensional maupun digital, salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah konsep wisata halal atau muslim friendly. Dari sisi pelaku usaha, perbankan komit untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dengan menyalurkan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pariwisata.

Keempat isu penting dari diskusi Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat ini, diharapkan dapat mengerucut kepada strategi dan langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah, khususnya di Sumatera Barat dalam mensinergikan kebijakan mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Secara keseluruhan tahun 2018, perekonomian Sumatera Barat tumbuh sebesar 5,14% (yoy) atau sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang sebesar 5,29% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 ini bersumber dari berlanjutnya tren penurunan pertumbuhan investasi dan kontraksi ekspor Sumbar yang cukup dalam.

Pertumbuhan investasi melandai pada angka 3,29% (yoy), sementara ekspor tumbuh negatif sampai dengan -14,05% (yoy). Penurunan investasi, terutama karena perlambatan pertumbuhan investasi swasta, tercermin dari kontraksi kredit investasi yang menyentuh angka pertumbuhan -15,5% (yoy). Sementara itu, kombinasi faktor internal dan eksternal memengaruhi kinerja ekspor Sumatera Barat yang masih bergantung pada 2 (dua) komoditas primer yaitu minyak kelapa sawit dan karet alam.

Dari sisi internal, kondisi ini disebabkan oleh produktivitas tanaman kelapa sawit yang rendah sejalan dengan umur tanaman yang sudah tua dan dimulainya program replanting. Di samping itu, permintaan global yang masih rendah menurunkan minat petani untuk meningkatkan produksi buah kelapa sawit dan karet alam.

Selain itu, banyaknya restriksi perdagangan internasional, seperti kampanye negatif produk CPO di Eropa serta penerapan pajak impor CPO sampai dengan 44% oleh India, semakin menyulitkan ekspor untuk tumbuh lebih tinggi. Kemudian, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berlarut-larut juga menyebabkan menurunnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor, tercermin dari direvisinya prakiraan World Trade Volume (WTV) oleh WTO dari 4,8% (yoy) menjadi 4,2% (yoy).

Melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut harus disikapi bijak oleh pemangku kebijakan, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat. Oleh karenanya seluruh pihak didorong untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi dalam mencari dan memperkuat sumber ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, salah satu yang paling potensial ialah sektor pariwisata. Sektor ini diproyeksikan dapat mengubah tren perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah terjadi apabila dikerjakan dengan serius.

Sumbar Miliki Modal Kuat

Sumatera Barat memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata antara lain berhasil menjuarai World's Best Halal Culinary Destination dan World's Best Halal Destination pada gelaran World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi.

Di sisi lain, pesona alam yang masih asri dan budaya Minang yang masih kental juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ragam kulinernyapun tak kalah menarik, Rendang didaulat sebagai masakan terlezat di dunia versi CNN Travels tahun 2017.

Empat tahun sebelumnya, gulungan ombak di Mentawai sudah masuk dalam jajaran ombak terbaik di dunia versi Surfer Magazine. Bahkan Desa Pariangan yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar terpilih menjadi desa terindah di dunia berdasarkan analisa majalah Travel Budget.

Infrastruktur penunjangnyapun sudah sangat baik, terbukti rasio jalan mantap yang dimiliki Sumbar mencapai 82,5%, termasuk yang tertinggi diantara provinsi lain di Indonesia. Selain itu, pemerintah tengah berupaya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur lainnya, seperti revitalisasi Pasar Atas Bukittinggi, perbaikan pedestrian di Pusat Kota Padang, pembangunan Gedung Budaya, perluasan runway, apron dan kapasitas Bandara Internasional Minangkabau, serta reaktivasi kereta api untuk tujuan pariwisata dari Padang ke Bukittinggi.

Namun demikian, besarnya potensi yang dimiliki belum selaras dengan dampak ekonomi yang dihasilkan. Dari target kunjungan wisman yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata pada 2018 sebesar 75.000 orang, hanya tercapai 72,5%.

Selain itu, rata-rata pertumbuhan LU transportasi dan LU penyediaan akomodasi makan minum yang erat kaitannya dengan sektor ini turut melambat di tahun 2018 sebesar 7,35% (yoy) dari tahun sebelumnya 7,96% (yoy).

Dari sisi investasi yang ditanamkan pada sektor inipun belum optimal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tercatat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar hanya menyumbang 4,39% dari total investasi tahun 2018 atau sebesar Rp101,34 miliar (investasi pada LU penyediaan akomodasi dan mamin). Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar 15,27% atau sebesar US$20,97 juta. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah