MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2019-06-22 15:48 WIB

Wisudawan Orang yang Terdidik dan Berpengetahuan, Nasrul Abit: Jadilah Teladan

<p>Wisudawan Orang yang Terdidik dan Berpengetahuan, Nasrul Abit: Jadilah Teladan<p>

VALORAnews - Masyarakat masih berangapan orang-orang yang terdidik dianggap memiliki perilaku yang baik sehingga dapat jadi teladan. Selain itu,...

Harimau Serang Ternak Warga Lubuk Gadang Utara

AI Mangindo Kayo | Jumat, 12-04-2019 | 16:54 WIB | 82 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Harimau Serang Ternak Warga Lubuk Gadang Utara<p>

Jejak kaki harimau yang telah meneror warga hampir sepekan terakhir. (istimewa)

VALORAnews - Warga Jorong Bariang, kenagarian Lubuk Gadang Utara, Solok Selatan (Solsel) tengah diresahkan oleh teror seekor harimau yang masuk ke perkampungan mereka. Selain temuan jejak kaki, kehadiran si inyiak belang itu juga sempat terlihat. Bahkan, diduga kuat menyerang ternak warga.

"Keberadaan harimau ini telah mulai meresahkan sejak empat hari lalu. Ada ternak saya yang diserangnya. Sapi saya lagi terikat dan didapati sudah terluka dan berdarah sebelum akan dilepaskan ke padang rumput di kebun. Mungkin iya, harimau itu yang menyerang," kata Yuswardi Kayo warga Jorong Bariang.

Warga, lanjut Yuswardi, kerap kali menemukan tanda-tanda kehadiran si belang masuk ke perkampungan. Bahkan dirinya juga menemukan jejak khas dari kaki harimau itu di sekitar tambatan ternaknya.


"Jejak kaki masih baru terlihat saat saya hendak melepas ternak sapi saya yang dalam kondisi luka saat itu. Awalnya saya curiga ada yang menjahili sapi milik saya itu. Namun, setelah diperhatikan ternyata banyak jejak harimau disekitar tempat tambatan sapinya," terangnya.

Kemudian, tambahnya, setelah memperhatikan lebih detail luka di tubuh sapinya, kuat dugaan memang luka akibat cakaran hewan buas. Warga, sambung Yuswardi, saat ini telah mulai mengaktifkan ronda malam dan berjaga-jaga untuk menangani teror harimau yang diperkirakan itu.

Senada, Novir (37), warga lainnya mengaku juga sempat melihat jejak harimau di Bariang, tepatnya tiga hari sebelum kabar ternak sapi Suwardi diserang. "Waktu itu saya pulang mengantar anak ke sekolah dan mendengar suara bergerak disemak-semak. Saat ditelusuri, ternyata ada jejak harimau bersamaan dengan jejak babi hutan yang masih baru. Bahkan juga terlihat, sepintas harimau itu setinggi pinggang saya," ungkapnya.

Sementara itu, Walinagari Lubuk Gadang Utara, Syafrudin R mengatakan, telah menerima informasi warga. Dia mengaku belum bisa memastikan hewan apakah yang menyerang sapi milik warga di Bariang itu. Namun, berdasarkan laporan warga, memang ada yang pernah melihat seekor harimau.

"Kami telah menerima laporan masyarakat atas adanya dugaan serangan harimau terhadap sapi milik salah seorang warga itu. Laporan warga tersebut, sudah diteruskan ke LSM yang bergerak di bidang konservasi Indonesian Conservation Society (ICS) untuk diteruskan pula ke Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar," katanya.

Namun, lanjutnya, sampai hari ini atau memasuki hari ke lima setelah kejadian yang meresahkan itu, belum terlihat tanggapan pihak terkait. Diharapkannya, agar laporan tersebut ditindaklanjuti segera agar warga tidak melakukan tindakan sendiri untuk mengatasinya.

"Saat ini masyarakat masih berjaga di sekitar lokasi. Kami takut warga kami melakukan tindakan sendiri untuk mengatasi binatang buas yang diduga harimau tersebut," tandasnya.

Terpisah, Kepala Seksi BKSDA wilayah III Sumbar, Suraji mengaku, juga telah menerima laporan mengenai masuknya harimau ke perkampungan warga dan dugaan menyerang hewan ternak tersebut. Namun katanya, pihaknya juga masih sangsi atas laporan yang tidak disertakan bukti pendukung itu.

"Penyertaan barang bukti yang kami maksud, berupa foto dokumentasi tentang tanda-tanda adanya harimau itu. Lalu disampaikan lewat laporan tertulis, bisa lewat wali nagari setempat," katanya.

Dia meminta wali nagari, untuk membuat laporan resmi perihal kejadian tersebut. Laporan berisi adanya serangan satwa liar disertai bukti-bukti dan identitas serta keterangan masyarakat di lokasi kejadian.

Ini diminta, karena pihaknya memiliki keterbatasan personil untuk diturunkan ke lokasi. Dengan keterbatasan yang dialami itu, katanya, maka tindakan yang dilakukan itu mesti efektif dan efisien.

"Kami sekarang juga sedang melakukan penanganan konflik yang sama di Kabupaten Pesisir Selatan dan Dharmasraya. Kami akan turunkan tim juga ke Solsel, jika laporan konflik satwa dengan masyarakat disertai bukti-bukti yang kuat," jelasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar