MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-11-14 15:55 WIB

Gempabumi Tektonik 4,8 SR Mengguncang Wilayah Padang

<p>Gempabumi Tektonik 4,8 SR Mengguncang Wilayah Padang<p>

VALORAnews - Gempabumi tektonik berkekuatan 4,8 skala richter (SR), mengguncang wilayah Padang dan sekitarnya, Kamis (14/11/2019) pukul 15.04 WIB....

Bupati Solsel Kembali Ngantor, Muzni: Kebersamaan Kita jangan Sampai Goncang

AI Mangindo Kayo | Selasa, 15-05-2019 | 17:58 WIB | 548 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Bupati Solsel Kembali Ngantor, Muzni: Kebersamaan Kita jangan Sampai Goncang<p>

Bupati Solsel, Muzni Zakaria memipin apel pagi di kantor bupati Solsel, Senin (6/5/2019). (humas)

VALORAnews - Pasca penggeledahan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepekan lalu, Bupati Solok Selatan (Solsel), Muzni Zakaria kembali masuk kantor, Senin (6/5/2019). Bupati dua periode itu menegaskan akan mentaati dan mengikuti proses hukum kasus dugaan korupsi yang menjeratnya dan sedang ditangani penyidik KPK.

"Saya pasti taat hukum dan sangat menghormati proses hukum di KPK yang sedang berjalan serta siap memberikan keterangan kepada penyidik," kata Muzni saat apel pegawai di kantor bupati, kemarin.

KPK sendiri bahkan sudah menetapkan orang nomor satu di Solsel itu sebagai tersangka. Sebelumnya, penyidik juga sudah dua kali memeriksa Muzni dari kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani tersebut. Muzni diperiksa KPK atas dugaan tindak pidana korupsi tentang pengadaan barang dan jasa pada dinas Pekerjaan Umum (PU) Solsel.


Sebagai warga yang taat hukum, katanya, dirinya mengaku siap menjalani proses hukum dari KPK. Hal itu sebut Muzni, sudah dianggapnya sebagai jalan hidup yang harus diterima dan dijalani.

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat di Solsel juga menghormati proses hukum. Masyarakat setempat termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Solsel, diharapkan untuk bersabar dan tidak terpancing memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak perlu serta menjaga kebersamaan.

"Kebersamaan kita jangan sampai terganggu dan goncang karena ini merupakan cobaan dari Allah SWT. Saya harus ikhlas menerimanya," katanya.

Saat memimpin apel pagi di halaman kantor bupati, Muzni meminta doa agar semuanya berjalan dengan sebaik-baiknya. Kemudian, tepat di momen menyambut bulan Ramadhan saat ini, dia juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh ASN di kabupaten itu.

"Sampai saat ini, saya masih menjalankan tugas dan tanggung jawab seperti biasanya. Atas nama bupati dan juga keluarga, dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini saya memohon maaf kepada kita semua. Permohonan maaf juga saya sampaikan atas terganggunya kita semua atas kejadian yang menimpa saya," ujarnya.

Sebelumnya, untuk fokus menghadapi kasus hukum itu Muzni Zakaria, juga mengundurkan diri dari jabatan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Solsel. Pengajuan Surat pengunduran dirinya, dikirim, Sabtu (27/4/2019) lalu dan telah diteruskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk dilanjutkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Sekretaris DPC Gerindra Solsel, Isyuliardi Maas membenarkan, jika kepala daerah Solsel dua periode itu telah menarik diri dari jabatan partainya. "Salah satu alasan Muzni Zakaria mundur dari jabatan Ketua DPC Gerindra memang terkait kasus yang sedang dihadapinya saat ini," ujarnya.

Dijelaskannya, Muzni mundur dari jabatan Ketua DPC Gerindra agar tidak mengganggu aktivitas dan stabilitas partai. Saat ditanya soal pengganti dari Muzni, dirinya belum mau mengungkapkan karena belum ada surat resmi dari DPP.

"DPC dan DPD hanya mengusulkan, sedangkan keputusan pemberhentian tetap oleh DPP. Pengganti Muzni Zakaria belum diputuskan DPP," katanya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar