MITRA VALORA NEWS

BMKG Prakirakan Cuaca Buruk di Periode Mudik Lebaran 2019, Ini Daerahnya

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 01-06-2019 | 19:50 WIB | 55 klik | Nasional

VALORAnews -- BMKG memperkirakan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat indikasi peningkatan kelembapan atmosfer di wilayah Indonesia. Pemicu utama yang menyebabkan hal tersebut adalah aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang mulai memasuki wilayah Samudera Hindia (Kuadran 2).

"Kondisi ini dapat menimbulkan adanya daerah pusaran angin, pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (1/6/2019).

Dikatakan, diprakirakan pada periode 1-5 Juni 2019, potensi terjadi hujan lebat, terjadi beberapa tempat, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat.


Selanjutnya di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo. Lalu meluas hingga ke Maluku dan Papua.

"Selain potensi hujan lebat, diprakirakan juga ada potensi angin kencang di beberapa wilayah yaitu Banten, Jawa Barat, NTT, Maluku dan Papua," ungkap dia.

Terkait juga dengan aktivitas kemaritiman, urai dia, diprakirakan ketinggian gelombang akan mengalami peningkatan lebih besar 2,5 meter di beberapa wilayah yaitu Ketinggian Gelombang 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Sabang, Perairan Selatan P. Rotte -- Kupang, Perairan Barat Aceh, Laut Sawu, Perairan Barat P Simeulue hingga Kep. Mentawai.

Selanjutnya, Laut Timor Selatan NTT, Perairan Bengkulu-Pulau Enggano, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTT, Perairan Barat Lampung, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kep Mentawai, Laut Banda bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Kep. Letti hingga Tanimbar serta Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa.

Kemudian, perairan Selatan Kep. Kei hingga Aru, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Laut Arafuru, Perairan Selatan P. Sumba hingga P. Sawu.

Untuk Ketinggian Gelombang 4,0 - 6,0 meter diprakirakan terjadi Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga selatan Jawa.

"Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi ini," harap Mulyono.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui http://www.bmkg.go.id; follow @infobmkg atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar