MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2019-12-07 17:58 WIB

20 Peserta Ikuti PPPA Angkatan III APSI Sumbar

<p>20 Peserta Ikuti PPPA Angkatan III APSI Sumbar<p>

VALORAnews - Sebanyak 20 orang Sarjana Hukum dan Sarjana Agama Syariah, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat (PPPA) yang digelar...

Ikan Bilih Mulai Punah

Wagub Sumbar Wanti-wanti, Tak Ada Lagi Penambahan Bangunan di Salingka Danau Singkarak

AI Mangindo Kayo | Jumat, 21-06-2019 | 13:49 WIB | 146 klik | Kab. Solok
<p>Wagub Sumbar Wanti-wanti, Tak Ada Lagi Penambahan Bangunan di Salingka Danau Singkarak<p>

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit melepas 20.000 ekor benih ikan di Danau Singkarak, Jumat (21/6/2019). (humas)

VALORAnews - Saat ini ada sekitar 5.000 nelayan tradisional secara keseluruhan yang menggantungkan hidupnya kepada Danau Singkarak. Jika bagan terus menerus dipasang tentu akan memusnahkan ikan bilih (ikan khas danau Singkarak) dan berdampak besar akan perekonomian nelayan tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit disela-sela kegiatan melepas 20.000 ekor benih ikan di Danau Singkarak, Jumat (21/6/2019).

Nasrul Abit berharap, Danau Singkarak tidak seperti Danau Maninjau, yang saat ini tidak kondusif lagi dalam usaha karamba perikanan.


"Jumlah keramba ikan di Danau Maninjau sekitar 21.000, sementara kapasitasnya hanya 6.000. Untuk itu kita minta pengguna bagan dan seluruh komponen masyarakat disekitar Danau Singkarak sadar, bagaimana bersama-sama menjaga danau ini, tetap produktif dan sehat dengan menyelamatkan keberadaan ikan bilih tidak musnah," imbaunya.

Selain itu, Nasrul Abit juga menyinggung tentang tata ruang yang ada disekitar Danau Singkarak agar di tata kembali untuk lebih baik.

"Jangan ada lagi tambahan bangunan pinggir Danau Singakarak yang indah ini. Jika dipenuhi bangunan di pinggir danau, maka nantinya akan menutup anugrah keindahan pemandangan ke arah danau," sebutnya.

Nasrul Abit juga mengatakan, guna mewujudkan peningkatan kunjungan wisata ke Danau Singkarak, kita perlu secara bersama-sama, tidak ada penertiban secara paksa. Tapi, kita inginkan kesadaran masyarakat menata tata ruang ini agar lebih hidup dan menarik.

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Yosmeri katakan, dengan dilepasnya 20.000 bibit ikan bertujuannya untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang.

"Yang kita restocking adalah ikan ikan lokal asli Danau Singkarak. Selain itu, kita juga sudah berhasil menetaskan ikan bilih yang kini sedang kita besarkan di hachery Singkarak," jelasnya.

Yosmeri sampaikan, kondisi saat ini kita prihatin atas keberadaan semakin langkanya Ikan Bilih di Danau Singkarak. Saat ini UPTD KKP Sumbar sudah bisa melakukan pemijahan ikan bilih dengan dilakukan uji coba sebanyak dua kali.

"Dengan demikian, nantinya kita bisa menyebarkan bilih lebih banyak lagi guna mengantisipasi kepunahan ikan bilih yang mulai langka," ujarnya.

Jenis benih ikan yang dilepas adalah paweh dan asem.

Yosmeri tegaskan, akan dilaksanakan razia bagan di Danau Singkarak dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemkab Solok, Tanahdatar, Polsek, Danramil, Camat, wali nagari yang ada di sekitar danau ini.

"Razia ini merupakan sebuah upaya dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang mulai punah karena menggunakan alat tangkap terlarang yaitu bagan. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar No 81 Tahun 2017 tentang penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan di perairan Danau Singkarak," ucapnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar