MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2019-12-07 17:58 WIB

20 Peserta Ikuti PPPA Angkatan III APSI Sumbar

<p>20 Peserta Ikuti PPPA Angkatan III APSI Sumbar<p>

VALORAnews - Sebanyak 20 orang Sarjana Hukum dan Sarjana Agama Syariah, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat (PPPA) yang digelar...

Nasrul Abit Wacanakan Pelaku LGBT Dijerat Sanki Adat

AI Mangindo Kayo | Jumat, 21-06-2019 | 13:56 WIB | 213 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Nasrul Abit Wacanakan Pelaku LGBT Dijerat Sanki Adat<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit memberikan arahan pada sosialisasi pencegahan dan pemberantasan perbuatan maksiat, di Padang, Rabu (19/6/2019). (humas)

VALORAnews - Di Sumatera Barat, saat ini terjadi perubahan sosial yang ditandai dengan terjadinya pengeseran struktur sosial, sistem nilai dan tatanan kehidupan masyarakat yang mengakibatkan perkembangan paham sekuralisme, hedonisme, individualisme dan dekadensi moral yang semakin mengkhawatirkan melanda seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, H Nasrul Abit dalam pembukaan kegiatan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan perbuatan maksiat, di Padang, Rabu (19/6/2019).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kesbangpol Sumbar Naswir, Kepala Satpol PP Sumbar, Dedi Prima Taulani, Ketua MUI, Gusrizal Gazahar dan para mahasiswa perguruan tinggi negeri atau swasta sebanyak 60 orang.


Berbagai masalah sosial muncul dalam bentuk perbuatan yang jauh melenceng dari nilai-nilai agama, adat, dan budaya serta nilai sosial kemasyarakatan, seperti narkoba, maksiat, minuman keras, sex menyimpang, judi dan tauran.

"Kita dituntut untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi dalam berbagai persoalan budaya dan agama yang dihadapi dan perlu tekad yang kuat dan kemauan yang keras untuk memberantas maksiat di Sumbar," kata Nasrul Abit dengan gelar adat Dt Malintang Panai itu.

Sumbar tidak lepas dari maksiat, kalau tidak ada aturan yang memberikan sanksi bagi pelaku maksiat. Nasrul Abit menilai untuk memberikan efek jera kepada pelaku maksiat harus diberlakukan sanksi adat.

Sejauh pengetahuannya, praktek asusila tersebut tidak kunjung usai, malah semakin hari semakin meningkat di Sumbar.

"Saya berharap, Kesbangpol dan Satpol PP dapat bekerjasama dalam membuat aturan untuk pemberantasan maksiat di Sumbar ini dalam ketahanan keluarga," ucapnya.

Nasrul Abit mengatakan, bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan maksiat perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai elemen, sehingga nilai-nilai agama, adat dan budaya betul-betul tercermin dalam kehidupan "Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah".

Dalam tatanan sosial budaya masyarakat Minangkabau, memiliki struktur sosial yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, dan Bundo Kanduang, keberadaannya sangat berpengaruh dalam kehidupan nasyarakat.

Nasrul Abit juga menekankan pada generasi muda untuk menjauhi narkoba untuk meraih kesempatan dan prestasi. Termasuk menjauhi perbuatan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) karena begitu dahsyat ancamannya. Perilaku LGBT, kata dia, bisa menginfeksi penyakit HIV yang merusak kekebalan tubuh dan hanya bisa bertahan paling lama selama satu tahun.

"Bagi pelaku maksiat harus berikan hukuman seberat-beratnya agar mereka kapok, yakni dengan menegakan sanksi adat," tegas Nasrul Abit. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar