MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2019-01-15 23:54 WIB

SMPN 4 Solsel Miliki Ruang Kelas Baru

<p>SMPN 4 Solsel Miliki Ruang Kelas Baru<p>

VALORAnews - Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, H Yulian Efi meresmikan ruang kelas baru dan Ulang Tahun ke-40 SMPN 4 Solok Selatan, Selasa...

Ini Dampak Penggunaan Bahan Pangan Berbahaya di Produk Makanan

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 07-09-2019 | 10:17 WIB | 52 klik | Kota Padang
<p>Ini Dampak Penggunaan Bahan Pangan Berbahaya di Produk Makanan<p>

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Martin Suhendri menyampaikan bahaya menggunakan bahan pangan sintetis pada sejumlah Kelompok Usaha Kesehatan Kerja (UKK) dan pelaku UMKM di Kelurahan Rawang, Kamis (5/9/2019). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Martin Suhendri menegaskan, pelaku usaha khususnya yang memproduksi pangan, harus dapat mengenali dan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produknya.

"Pastikan bahan pangan harus bebas dari cemaran biologis dan kimia," ungkap Martin Suhendri saat memberikan pengarahan kepada sejumlah Kelompok Usaha Kesehatan Kerja (UKK) dan pelaku UMKM di Kelurahan Rawang, Kamis (5/9/2019).

Keamanan pangan, terangnya, harus diperhatikan dengan upaya mencegah pangan dari bahan-bahan berbahaya yang dapat menimbulkan bahaya terhadap konsumen.


Bahan berbahaya yang masih banyak dipakai masyarakat adalah pewarna pakaian, Boraks dan Rodamin B yang bertujuan sebagai bahan pengawet.

"Mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut dalam jangka panjang dapat merusak dan mengakibatkan kematian," tegasnya.

Sementara, Lurah Rawang, Andi Amir mengatakan, sebagian masyarakat menggunakan bahan-bahan tersebut karena ketidaktahuan terkait bahan tersebut maupun bahayanya yang dapat berakibat fatal jika dikonsumsi.

"Kita mengharapkan, sosialisasi BBPOM ini dapat membuka dan menambah wawasan pelaku UMKM dan UKK di Kelurahan Rawang tentang pangan sehat. Kedepannya, dapat memproduksi pangan sehat dan aman dikonsumsi masyarakat," pungkasnya. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar