MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-11-21 18:09 WIB

Masuk Pantai Air Manis dan Gunung Padang Gunakan Gunakan Brizzi Mulai Besok

<p>Masuk Pantai Air Manis dan Gunung Padang Gunakan Gunakan Brizzi Mulai Besok<p>

VALORAnews - Dinas Pariwisata Padang memberlakukan pembayaran sistem non tunai atau menggunakan kartu Brizzi untuk retribusi masuk objek wisata...

Konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumbar, Muzni: Tingkatkan Kualitas Peran Kaum Perempuan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 10-10-2019 | 17:16 WIB | 203 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumbar, Muzni: Tingkatkan Kualitas Peran Kaum Perempuan<p>

Bupati Solsel, Muzni Zakaria foto bersama dengan Puti Reno Raudha Thaib (ketua Bundo Kanduang Sumbar) dan jajaran, usai membuka kegiatan konsolidasi organisasi di aula Sarantau Sasurambi kantor bupati Solsel, Kamis (10/10/2019). (humas)

VALORAnews - Bundo Kanduang se-Sumatera Barat, menggelar konsolidasi organisasi di aula Sarantau Sasurambi kantor bupati Solsel, Kamis (10/10/2019). Konsolidasi perdana di 2019 ini, dibuka Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

Dalam sambutannya, Muzni mengharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian Bundo Kandung terhadap nilai, fungsi dan perannya di Minangkabau, mewujudkan masyarakat yang berkualitas dalam mengaplikasikan Adaik Basandi Sayarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Semoga pertemuan ini, peran Bundo Kanduang semakin nyata. Bundo kanduang yang bukan saja hanya terdaftar sebagai pengurus, tetapi harus mengetahui fungsi dan posisinya di tengah masyarakat," harapnya.


Muzni mengakui, peran Bundo Kanduang di tengah-tengah masyarakat sangat besar. Saat ini, katanya, hampir segala persoalan kaum dan penyelesaiannya berpulang kepada kaum perempuan.

"Maka dari itu, penting kiranya ibu menjadi tempat bertanya, ditiru dan menjadi teladan lingkungan keluarganya," imbuhnya.

Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudha Thaib mengebutkan, konsolidasi ini merupakan wadah dalam mencari solusi atas persoalan yang ada. Menurutnya, saat ini ada kerancuan di tengah-tengah masyarakat tentang pengertian Bundo Kanduang.

Menurut dia, bundo kanduang secara historis adalah sebutan bagi seorang raja perempuan di Kerajaan Pagaruyuang.

Sedangkan menurut mitologi atau kaba, dimana kaba itu sudah diyakini dan hampir semua mengenal kaba itu yaitu kaba cindua mato, nama bundo kanduang adalah nama raja perempuan yang sangat terhormat, kekuasaannya melebihi kekuasaan raja.

Dalam kehidupan sosial, bundo kanduang adalah panggilan bagi individu perempuan di Minangkabau yang sudah menikah dan sudah mempunyai anak yaitu ibu. "Perempuan minangkabau yang belum punya suami, belum dapat dipanggil sebagai Bundo Kanduang," terangnya.

Sementara, Bundo Kanduang dalam adat adalah perempuan pertama yang berada di dalam kaumnya. Ia mengatakan, Bundo Kanduang dalam pengertian adat ini yang akan dikuatkan perannya dalam masing-masing kaum melalui konsolidasi ini.

Dimana salah satu peran kedudukan Bundo Kanduang dalam kaumnya adalah menjadi perekat pendamai dari anggota kaum yang merasa berselisih.

Ia mengatakan, organisasi bundo kanduang berbeda dengan Bundo Kanduang adat, karena organisasi Bundo Kanduang diangkat. Sedangkan Bundo Kanduang Adat, tidak ada yang mengangkat, karena mereka langsung tumbuh dalam kaumnya.

"Jadi, tugas Bundo Kanduang Organisasi adalah memberikan penguatan dan fasilitasi terhadap Bundo Kanduang Adat. Jadi tidak bisa saling mengambil peran. Bundo kanduang organisasi, itu cupak buatan, sedangkan bundo kanduang adat itu cupak asli," terangnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua GOW Solsel, Ayu Abdul Rahman, Ketua Bundo Kanduang Solsel, Hj Nur Aisyah, Ketua MUI, Buya Syarkawi, Perwakilan Polres, sejumlah organisasi wanita, serta ketua dan rombongan Bundo Kanduang se-Sumbar. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Solok Selatan