MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2019-11-21 18:09 WIB

Masuk Pantai Air Manis dan Gunung Padang Gunakan Gunakan Brizzi Mulai Besok

<p>Masuk Pantai Air Manis dan Gunung Padang Gunakan Gunakan Brizzi Mulai Besok<p>

VALORAnews - Dinas Pariwisata Padang memberlakukan pembayaran sistem non tunai atau menggunakan kartu Brizzi untuk retribusi masuk objek wisata...

Format Sosialisasi Kepemiluan Melalui Seni Budaya Mesti Dirumuskan Ulang

AI Mangindo Kayo | Minggu, 20-10-2019 | 13:23 WIB | 201 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Format Sosialisasi Kepemiluan Melalui Seni Budaya Mesti Dirumuskan Ulang<p>

Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sumbar, Gebril Daulay berdialog dengan Wali Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Aluang, Syafrudin disela iven Festival Balah Hilia 2019 di halaman Stikes Nan Tongga Pariaman, Sabtu (19/10/2019) malam. (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sumbar, Gebril Daulay menilai, seni tradisi masih layak jadi salah satu media sosialisasi kegiatan kepemiluan. Namun, formatnya masih harus diperbaharui mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi informasi.

"Pentas seni dekat dengan suasana bising dan hingar-bingar. Apalagi budaya Piaman yang banyak menggunakan alat musik perkusi. Menyelipkan pesan-pesan pemilu dalam bingkai kesenian tradisi seperti gendang tasa, saluang atau lainnya, masih harus terus kita kaji format penyajiannya," ungkap Gebril usai menyaksikan Festival Balah Hilia 2019 di halaman Stikes Nan Tongga Pariaman, Sabtu (19/10/2019) malam.

Selain menampilkan sejumlah penggiat seni tradisi dari berbagai berbagai nagari di Piaman Laweh serta sejumlah daerah di Sumbar seperti Padangpanjang, Tanahdatar, Sawahlunto dan daerah lainnya, panitia juga menyediakan stand kuliner khas tempo doeloe di sekitar lokasi acara. Catatan panitia, tamu yang hadir juga tak kalah menterengnya. Terdiri dari guru besar, dosen, praktisi industri kreatif, literat, praktisi media serta 700 ratusan warga.


Dikatakan Gebril, pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak 2020 yang akan dihelat di 11 kabupaten, 2 kota dan provinsi di Sumbar ini, anggaran sosialisasi melalui seni tradisi telah dialokasikan. "Kunjungan kita ke festival ini, juga dalam upaya mencari format sosialisasi terbaik. Kita juga berencana berdialog dengan civitas akademika ISI Padangpanjang untuk mendiskusikannya," ungkap Gebril.

Manfaatkan Arus Deras Teknologi Informasi

Sementara, pemimpin redaksi http://valora.co.id, Al Imran menyarankan, civitas akademika ISI Padangpanjang melalui kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi khusus bagi penggiat seni tradisi di nagari-nagari yang ada di Sumbar.

"Derasnya perkembangan teknologi informasi, tak dapat kita bendung lagi. Untuk itu, penggiat seni dan budaya mesti bisa berselancar di derasnya gempuran teknologi informasi itu sembari terus mengembangkan dan melestarikannya," terang dia.

Agar seni tradisi ini tetap eksis di ruang publik, dia menyarankan, akademisi terutama dari perguruan tinggi seni, berbagi ilmu tentang video editing, penulisan naskah, optimalisasi media sosial seperti facebook, instagram dan youtube sebagai medai promosi seni budaya dan hal lainnya. Tak kalah pentingnya, keterampilan memasarkannya selain keterampilan mempersiapan acara mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

"Seni tradisi mesti harus terus hadir di medium yang disukai publik saat ini. Jika penggiatnya sudah familiar dengan teknologi informasi, tentu seni tradisi ini akan mudah masuk ke ruang-ruang yang diminati generasi milenial sekarang seperti instagram, youtube dan facebook serta platform lainnya," terangnya.

Hal senada dikatakan akademisi Fakultas Hukum Unes, Firdaus. Menurutnya, Nagari Balah Hilia telah membuktikan bahwa seni tradisi itu masih terus hidup dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat di acara tersebut tanpa mesti diundang secara resmi oleh panitia acara.

"Antusiasme ini perlu dirawat. Boleh saja penampilan seni ini seperti biasanya. Namun, disaat bersamaan dia mesti tersebar luas ke masyarakat global melalui saluran komunikasi media sosial," terangnya.

"Ini logis dilakukan saat ini. Selain berbiaya murah, juga bisa disiarkan ke masyarakat yang berada dalam dimensi ruang dan waktu berbeda, melalui perangkat sederhana, sebuah gawai yang terkoneksi dengan internet," ungkap alumnus program megister Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah