MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2019-12-13 17:59 WIB

Nasrul Abit Merasa Pulang ke Rumah saat Serahkan Berkas Balon Gubernur Sumbar ke Partai Golkar

<p>Nasrul Abit Merasa Pulang ke Rumah saat Serahkan Berkas Balon Gubernur Sumbar ke Partai Golkar<p>

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengembalikan berkas persyaratan sebagai bakal calon gubernur pada pemilihan serentak 2020, pada tim...

50 Peserta Ikuti LKD Fatayat NU Sumbar, Sri Rahayu: Promosikan Seluruh Kegiatan Organisasi

AI Mangindo Kayo | Kamis, 28-11-2019 | 15:03 WIB | 311 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>50 Peserta Ikuti LKD Fatayat NU Sumbar, Sri Rahayu: Promosikan Seluruh Kegiatan Organisasi<p>

Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama, Sri Rahayu didampingi Betri Murdiana (Ketua PW Fatayat NU Sumbar) bersama panitia dan peserta Latihan Kader Dasar (LKD), di gedung LPMP UNP Padang, Kamis (28/11/2019). (humas)

VALORAnews - Peremajaan (rejuvenasi) organisasi perempuan di Sumbar, mesti terus dilakukan. Peremajaan ini merupakan sebuah keniscayaan, demi terus berjalannya roda organisasi dalam mencapai tujuannya.

"Saya melihat, Fatayat Sumbar cukup aktif berkegiatan namun kiprahnya masih belum dirasakan secara utuh di tengah masyarakat. Ini jadi pekerjaan rumah (PR) pengurus kedepan," ungkap Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama, Sri Rahayu di Padang, Kamis (28/11/2019).

Pernyataan itu disampaikan Sri Rahayu, usai memberikan materi tentang ke-Fatayat-an pada Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Negeri Padang (LPMP UNP). LKD yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama Sumbar itu, digelar selama dua hari, 27-28 November 2019.


LKD Fatayat NU Sumbar di penghujung 2019 ini, bertemakan "Rejuvenasi (peremajaan-red) Gerakan Perempuan Muda Minang yang Mandiri dan Berkarakter Menghadapi Abad Milenium." LKD Fatayat NU Sumbar itu sendiri, diikuti 50 orang utusan kabupaten/kota se- Sumbar.

Selain Sri Rahayu, juga ikut memberikan materi pengurus PP Fatayat NU, Novia Nengsih (Keorganisasian), Rais Syuriah PWNU Sumbar, KH Zainal MS (NU dan Ahlus-Sunnah wal Jama'ah), Sekum Tanfidziyah PWNU Sumbar, Firdaus Djafri (Penguatan Kader Perempuan dan Manajemen Organisasi).

Kemudian, Ketua PW Fatayat NU Sumbar, Betri Murdiana dengan materi Kepemimpinan Perempuan dan Gender serta mantan Ketua PKC PMII Sumbar, Afriendi Sikumbang dengan materi tentang Rejuvenasi Gerakan Perempuan Muda Minang.

Dikatakan Sri Rahayu, agar kehadiran Fatayat NU Sumbar dirasakan masyarakat, maka seluruh kegiatannya mesti dipublikasikan pada berbagai media. Baik media massa cetak, elektronik, online maupun media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya.

Sementara, Ketua PW Fatayat NU Sumbar, Betri Murdiana mengatakan, peserta LKD Fatayat di penghujung 2019 ini, merupakan utusan dari 17 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. "Kita berharap, setelah mengikuti LKD ini, peserta dapat menjalankan roda organisasi secara lebih baik di daerahnya masing-masing," harapnya.

Disebutkan Betti, saat ini Fatayat NU telah berdiri di 17 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. "Dua daerah yang belum itu, saat ini dalam tahap cabang persiapan. Semoga, dalam waktu dekat bisa segera terbentuk kepengerusannya," terang Betri. (relis)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar