MITRA VALORA NEWS

Istri dan Dua Anak Karyawan Telkomsel Grapari Padang Menghilang Sejak 7 Januari

AI Mangindo Kayo | Kamis, 14-01-2016 | 19:56 WIB | 1907 klik | Kota Padang
<p>Istri dan Dua Anak Karyawan Telkomsel Grapari Padang Menghilang Sejak 7 Januari<p>

Seorang karyawan PT Telkomsel Grapari Padang, Deni Indra (32), saat diwawancarai wartawan seputar kehilangan istri dan dua anaknya, Kamis (14/1/2016). Warga pun menghubungkan kejadian ini dengan kasus dr Ria Tri Handayani yang akhirnya ditemukan di Kabupaten Mempawah, Kalbar. (facebook irwandi rais)

VALORAnews -- Istri seorang karyawan PT Telkomsel Grapari Padang, Deni Indra (32), meninggalkan rumah bersama dua orang anaknya tanpa pesan. Kepergian sang istri, Ana Sri Fatiah bersama dua buah hati mereka, baru disadari Deni setelah pulang kerja ke rumahnya di RT 01/RW XII, Perumahan Bungo Bumi Indah (BBI), Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Kamis (7/1/2016) lalu.

"Saat menghubungi famili keluarga istri, tak satupun yang mengetahui kabarnya," ungkap Deni kepada wartawan yang menjambangi kediamannya, Kamis (14/1/2016).

Mendapat kabar kejadian itu, Lurah Bungo Pasang Bambang A dan Adlin (Camat Koto Tangah) serta aparat kepolisian dan TNI, mendatangi kediaman Deni Indra yang merupakan karyawan PT Telkomsel di Jl Khatib Sulaiman, Padang itu.


Diungkapkan Deni, ia bersama istri, Ana Sri Fatiah berserta dua orang anaknya Farid (5) dan Nadin A (2), sebelumnya tinggal di daerah Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman. Sekitar 10 bulan lalu, pindah ke komplek itu.

"Seperti biasanya, pada Kamis pagi, 7 Januari 2016 lalu itu, saya berangkat seperti biasa. Saat berpamitan, istri dan anak-anak terlihat seperti biasa. Tak ada gelagat mencurigakan," urai Deni seputar kejadian sebelum Ana pergi menghilang.

"Sebelum pulang ke rumah pada Kamis sore itu, saya servis motor dulu. Setelah itu langsung pulang dan sampai di rumah selepas Maghrib. Sesampai di rumah, saya termangu karena lampu tak satupun yang hidup. Rumah ditinggal dalam keadaan gelap," tambahnya.

Melihat kejadian itu, Deni menyebut, perasaannya langsung tak enak. Terlebih, saat pintu coba dibuka, semuanya dalam keadaan terkunci. Saat dipanggil juga tak ada jawaban. "Saya lalu mencari kunci pintu rumah, akhirnya ditemukan di atas kotak NCB lampu listrik. Kemudian saya bergegas membuka rumah dan menyalakan lampu. Istri dan anak tak ada lagi, pakaian dan tas juga tak ditemukan," terang Deni.

Setelah itu Deni langsung menghubungi semua famili dari istri, hingga yang berada di Batam. Namun memperoleh jawaban, tidak tahu tentang kepergian Sri Ana Fatiah bersama anak-anaknya.

Sehubungan dengan itu, Martha salah seorang warga yang tinggal di depan rumah Deni Indra, pada Kamis 7 Januari 2015, sekitar pukul 11.00 WIB melihat, ada orang yang menjemput Sri Ana Fatiah dengan angkot putih. Mereka sempat saling menyapa.

"Saat itu, Sri Ana Fatiah tampak menjinjing tiga tas ukuran agak besar. Saya tak menduga apa-apa, mungkin familinya. Tak lama kemudian Angkot yang membawa Sri Ana Fatiah pergi," ungkap Martha seputar pengalamannya terakhir bertemu Sri Ana FAtiah.

Dari kerumanan warga yang mendatangi kediaman Deni Indra, banyak warga menduga, bahwa istri Deni Indra dibawa kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) seperti yang diberitakan televisi swasta terhadap dokter Rica Tri Handayani yang menghilang bersama anaknya, 30 Desember 2015 lalu. Kini, dokter Rica bersama anaknya telah ditemukan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (11/1/2016) (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar