MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

Surat Terbuka untuk Kiper Jandia Eka Putra

Sri Wahyeni | Sabtu, 23-01-2016 | 22:29 WIB | 2049 klik | Kota Padang
<p>Surat Terbuka untuk Kiper Jandia Eka Putra<p>

Cuplikan aksi Jandia yang diunggah ridhoarisyadi.wordpress.com

VALORAnews---Sebuah surat terbuka ditulis salah seorang blogger sekaligus supporter Semen Padang FC, Ridho Arisyadi. Lewat blog miliknya, surat itu ditujukan khusus untuk kiper Semen Padang Jandia Eka Putra. Ridho menaruh harapan yang cukup besar lewat aksi Jandia dalam menyelamatkan gawang Kabau Sirah dari jebolan gol milik lawan.

"Uda Jandia nan tageh, Ambo hanyalah buih ketek di samudra luas persebakbolaan Indonesia, mendukung Semen Padang FC dari jauh. Ambo kirimkan surat ini bukan untuk mengajari Uda bagaimana cara memenangkan Piala Itu, karena Uda lebih tau kalau Rizky Pellu menendang penalti kearah kiri uda, Uda telah menunjukan bagaimana kwalitas juara itu seperti apa," demikian petikan surat terbuka Ridho Arisyadi yang diunggah Jumat (22/1/2016) kemarin.

Dalam tulisannya, Ridho menyampaikan doa dan restu ranah minang untuk tim yang dibesut pelatih Nilmaizar itu. "Urang kampuang di rantau akan mam-pakan-akaik-kan GBK itu minggu petang nanti Uda. InsyaAllah tak akan kurang sorak sorai nya jika dibandingkan dengasn Stadion H. Agus Salim Uda. Bermainlah Uda seperti apa yang diinstruksikan Coach Nilmaizar, kalau cidera atau gangguan nantinya jangan terlalu dipaksakan," lanjutnya.


Sama halnya dengan harapan segenap masyarakat Sumbar, Ridho juga menginginkan piala bersiluet Jenderal Sudirman tersebut mendarat di Ranah Minang. Berikut isi lengkap surat terbuka Ridho Arisyadhi untuk Jandia Eka Putra.

Surat untuk Uda Jandia

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Uda Jandia

Semoga surat ini menemui Uda dalam keadaan sehat jasmani dan tentram rohani, tidak merasa nyeri pada sendi dan siap menggapai puncak tertinggi.

Dulu kala Uda, ketika sepakbola kita sudah dirundung awan kelam namun belum rinai, Tim Nasional Sepakbola Indonesia PSSI pernah mencapai final turnamen antar negara di Asia Tenggara namun ber-anti klimak di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, ambo yakin uda ingat hari-hari gaduh tersebut. Salah satu idola saya, urang kampung kita juga, ES Ito, menyampaikan surat kepada Wakli Kapten yang menjadi kapten De Facto waktu itu, Firman Utina.

Salah dua paragraph dari surat tersebut berbunyi seperti ini Uda,

...........

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Adakah Uda merasa surat ini cocok untuk keadaan "kita" sekarang ?, semoga prasangka Ambosalah.

Uda Jandia nan tageh, Ambo hanyalah buih ketek di samudra luas persebakbolaan Indonesia, mendukung Semen Padang FC dari jauh. Ambo kirimkan surat ini bukan untuk mengajari Uda bagaimana cara memenangkan Piala Itu, karena Uda lebih tau kalau Rizky Pellu menendang penalti kearah kiri uda, Uda telah menunjukan bagaimana kwalitas juara itu seperti apa. Ambo tidak pula meminta Uda untuk menikmati pertandingan nan di prediksi bakal "panas" ini, karena "Lah lewat Kaji" itu sama Uda, Ambo sendiri selalu grogi ketika bermain bola di tonton om @bepe20 dalam #Sportsatuday, apalagi kalo di tonton rombongan VVIP NKRI uda, tapi ambo yakin Uda dan kawan-kawan pasti akan bermain dengan jiwa yang tenang setelah disiram secara rohani oleh Coach Nilmaizar.

Ambo tidak pula mendesak Uda untuk membawa pulang Piala Jenderal Sudirman ke ranah minang dengan segala cara. Kita punya pengalaman di 2012 Uda, dengan punggawa utama yang Uda rindukan di Path tersebut, kita juara Indonesia Premier League 2011-2012, liga resmi yang diakui PSSI yang membawa Uda berlaga di Hongkong, India, Singapura tahun berikutnya. Bahkan bintang sebagai tanda mahkota masih terpatri didada zirah tempur kebanggaan urang kampuang, tepat diatas panji kebesaran tim. Tapi apa yang terjadi Uda? banyak sekali yang lupa akan kenangan manis itu Uda, bahkan sebagian dari kita juga. Walaupun ada yang ingat, mereka selalu berkilah walau resmi kalian tidak melawan Persib, Persipura, Persija, dan nama besar lainnya. Kita juara namun tidak bertahta.

Surat ini hanya ingin menyampaikan bahwa kami ada selalu bersama Uda dan kawan kawan, sekalipun dalam bentuk doa dan restu. Urang kampuang di rantau akan mam-pakan-akaik-kan GBK itu minggu petang nanti Uda. InsyaAllah tak akan kurang sorak sorai nya jika dibandingkan dengasn Stadion H. Agus Salim Uda. Bermainlah Uda seperti apa yang diinstruksikan Coach Nilmaizar, kalau cidera atau gangguan nantinya jangan terlalu dipaksakan, ini hanya kompetisi disela tidak adanya liga resmi di negeri ini, ini hanya dunia persinggahaan sebelum ke kampung Akhirat nan abadi Uda.

Seperi kata sakti nan pamungkas dari Coach Nilmaizar, hasil akhir ditentukan oleh Allah SWT, doa kami dari kampuang dan rantau untuak Uda Jandia, Mas Novan, Rang Sumando Mofu, Oppa Hyu, Pace Nur, Uda Rudi, Kaka Hendra dan semua anggota tim Semen Padang FC.

Semoga doa kita,Piala Berseluet Jenderal Besar Sudirman mendarat dengan mulus di Bandara Minang Kabau, di Jabbah oleh Allah SWT.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Sport

Berita Kota Padang