MITRA VALORA NEWS

Senin, 2017-08-21 23:07 WIB

500 Rumah Terendam Banjir di Komplek Kasai Permai

<p>500 Rumah Terendam Banjir di Komplek Kasai Permai<p>

VALORAnews -- Hujan lebat yang mengguyur Padangpariaman dan sekitarnya, Senin (21/8/2017), menyebabkan sedikitnya 500 rumah di Perumahan Kasai...

Penjualan Mobil 2015 Lesu, Toyota Paling Laris

Sri Wahyeni | Kamis, 11-02-2016 | 19:50 WIB | 1247 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Penjualan Mobil 2015 Lesu, Toyota Paling Laris<p>

Penjualan Mobil 2015 Lesu, Toyota Paling Laris

VALORAnews---Tahun 2015 merupakan tahun yang kurang baik bagi industry otomotif di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai-sampai harus tiga kali merevisi target penjualan tahunan mobil karena keadaan perekonomian yang tidak kunjung membaik.

Dalam rilis resmi Gaikindo, sepanjang tahun 2015 tercatat sejumlah 1.013.291 unit mobil terjual, turun 16% dari penjualan di tahun sebelumnya. Toyota masih memimpin angka penjualan mobil dengan 322.466 unit (31,82%), diikuti dengan Daihatsu dengan 167.808 unit (16,56%), Honda 159.253 unit (15,71%), Suzuki 121.805 unit (12,02%).

Sedangkan, Mitsubishi 112.527 unit (11,1%). Di antara lima besar penyumbang penjualan mobil terbanyak tersebut, hanya Honda yang meningkat penjualannya dibandingkan tahun 2014 sebesar 15,7%, sedangkan pabrikan yang lain penjualannya menurun.


Membandingkan apa yang terjadi di ranah offline dan online selama tahun 2015, Carmudi sebagai situs jual beli kendaraan di Indonesia mencermati bahwa di ranah online masyarakat meminati mobil jenis keluarga atau multi-purpose vehicles (MPV), terlihat dari banyaknya pencarian mobil jenis ini di situs carmudi.co.id.

Selaras dengan penjualan offline, Toyota merupakan merek mobil yang paling banyak dicari dan jenis mobil yang paling banyak dilihat adalah Avanza. Bila dicermati lebih detail, di tahun 2015 masyarakat online menyukai warna hitam sebagai pilihan warna favorit mobil mereka.

Dilihat dari rentang harga, masyarakat Indonesia menyukai mobil bekas dengan rentang harga Rp130 juta hingga Rp200 juta, yang mana rentang ini tersedia mobil Low Cost Green Car (LCGC) dan beberapa mobil MPV low-end yang disukai masyarakat Indonesia.

"Bila membandingkan tren di Indonesia dengan di beberapa negara berkembang di kawasan, seperti Filipina dan Vietnam, Indonesia masih menjadi negara primadona penjualan mobil karena penjualan yang masih terhitung cukup besar dengan total 1.013.291 unit. Total penjualan mobil baru di Filipina 288.609 unit sedangkan di Vietnam 244.914 unit," ujar Co-Founder Carmudi Indonesia Gunnar Rentzsch.

Hal yang mengejutkan, meskipun keadaan perekonomian kawasan kurang baik dalam beberapa tahun terakhir, penjualan mobil baru di Vietnam meningkat tajam 55% dibandingkan tahun 2014.

Pabrikan dengan penjualan terbanyak di Filipina berturut-turut adalah Toyota (43,32%), Mitsubishi (18,74%), Ford (8,79%), Isuzu (7,82%), dan Honda (6,69) dan pabrikan dengan penjualan terbanyak di Vietnam adalah Thaco (28,5%), dan Toyota (24,1%).

Bila melihat tren yang berkembang secara online, tidak banyak perbedaan antara di Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Toyota merupakan merek paling populer dalam pencarian online di Indonesia dan Filipina, sedangkan Honda paling populer di Vietnam.

Innova merupakan jenis mobil yang paling banyak dicari di Filipina dan Vietnam, sedangkan Avanza merajai pencarian online di Indonesia. Warna hitam populer di Indonesia dan Vietnam, sedangkan di Filipina warna abu-abu yang paling favorit.

"Tinjauan tren online dan offline yang Carmudi lakukan memberikan gambaran bahwa secara umum mobil MPV disukai tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Filipina dan Vietnam. Hal ini terlihat dari merek dan jenis mobil yang menjadi favorit konsumen di tiga negara. Preferensi warna mobil konsumen di Indonesia, Filipina, dan Vietnam pun cenderung memilih warna gelap, yaitu hitam dan abu-abu. Hal yang sedikit membedakan adalah apabila di Indonesia Ford tidak masuk dalam lima besar pabrikan dengan penjualan terbesar, ternyata Ford berhasil menduduki posisi ketiga di Filipina. Hal ini tentu kontras dengan yang terjadi di Indonesia, Ford justru memutuskan hengkang karena merasa pasar Indonesia kurang menguntungkan,", pungkasnya. (rel)

Komentar

Berita Otomotif

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker