MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-12-13 15:32 WIB

OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna

<p>OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna<p>

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kerap kesulitan memetakan kebutuhan korban pascabencana. Kerap, membutuhkan...

Belum Coba Nikmatnya Kopi Janggut, Bersegeralah

AI Mangindo Kayo | Minggu, 15-01-2017 | 18:03 WIB | 908 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Belum Coba Nikmatnya Kopi Janggut, Bersegeralah<p>

Kopi Janggut, dipajang di sebuah etalase sederhana oleh pemiliknya, Ibu Tis di Nagari Sungai Lambai, sekitar 5 km sebelum Padang Aro, Solok Selatan. Kopi dengan cita rasa khas ini perlu sentuhan inovasi agar bisa mendunia. (istimewa)

VALORAnews - Kenal dengan kopi merk Kopi Janggut asal Sungai Lambai, sekitar 5 km sebelum Padang Aro, Solok Selatan? Jika belum, bukan salah anda karena memang masih dipasarkan secara terbatas. Namun, sebagai pecinta kopi apalagi coffee adicted, anda akan rugi besar jika belum mencoba kopi yang berasal dari jenis Robusta ini.

Aroma khas kopinya, ungkap Donard Games, doktor di bidang inovasi usaha kecil dari Unand, bisa dikatakan representasi cita rasa kopi khas Minangkabau. Kopi Janggut yang berasal dari daerah bersuhu dingin di Solok Selatan ini, ungkapnya, telah bertahan selama tiga generasi, sejak diproduksi pertama kali pada 1930 lalu.

"Positioning Kopi Janggut, merupakan kopi lokal Minang berkualitas yang siap naik kelas. Sejarahnya yang panjang, bisa jadi kombinasi yang unik dan layak dijual ke pasar yang lebih luas. Konsumen pun bisa terpaut lidahnya dengan perjalanan kopi lokal ini," kata Donard dalam pernyataan tertulisnya yang diterima, Minggu (15/1/2017).


Dikatakan Donard, pemasaran Kopi Janggut dengan PIRT NO: 2101310590032-21 ini, masih belum dikelola secara maksimal, sehingga baru dijual secara terbatas di Sumbar. Di zaman pasar bebas dewasa ini, Kopi Janggut memiliki potensi untuk mencuri ceruk pasar perkopian nasional bahkan regional maupun internasional.

"Sudah saatnya, kopi lokal ini jadi kebanggaan Ranah Minang dan bisa dinikmati orang banyak," ungkap Donard Games.

Menurut Donard, semakin banyaknya konsumen mengonsumsi produk kopi lokal, bukan berarti sekadar meningkatkan penjualan. Melainkan, juga memberikan kesempatan pada pengusahanya untuk berproduksi secara lebih efesien dan berinovasi.

"Pasar yang lebih luas, tentu akan meningkatkan skala usaha ekonomi mikro seperti Kopi Janggut ini. Karena, hal ini memberikan peluang pada pengusahanya untuk melakukan perbaikan secara terus menerus di masa mendatang," nilai Donard.

Sementara, Ibu Tis, generasi ketiga pengelola Kopi Janggut ini menegaskan, Kopi Robusta-nya merupakan kopi pilihan. Merandang kopinya juga menggunakan sentuhan teknologi dalam skala minim. Ibu Tis juga tak menutup diri dari para pihak yang berkomitmen untuk memajukan usaha keluarga ini. "Kami sekeluarga tentu akan bersuka cita menerima setiap inovasi baru dalam pengelolaan kopi ini," ungkapnya.

Sebagian orang masih menganggap robusta sebagai kopi pahit, getir, dan cita rasa yang berbeda dari Arabika yang lebih popular bagi kebanyakan konsumen. Namun, tanah Solok Selatan telah memberikan cita rasa yang khas dan unik untuk Kopi Janggut.

"Ada rasa manis, segar, aroma yang kuat, dan tidak menyekat di tenggorokan ketika diminum, yang memberikan karakteristik kopi yang disukai orang Minang dan Indonesia pada umumnya," ungkap Ibu Tis.

"Beberapa orang Barat yang pernah mencoba Kopi Janggut, juga menyatakan kesukaan mereka akan Kopi Janggut. Ini penanda bahwa kopi kampung Minang sebenarnya bisa masuk ke pasar yang lebih luas dan ikut menikmati manisnya bisnis kopi di luar sana," tambah Donard Games.

Saat ini, Kopi Janggut dapat didapatkan di sejumlah toko di Sumbar atau bisa melalui pesanan ke nomor handphone 081378147256 dan 081287487575 atas nama Dessy.

Untuk melukiskan betapa nikmatnya kopi, kutipan berikut bisa merepresentasikan cita rasa kopi khas Ranah Minang yang siap mendunia ini.

Karena di balik kepahitan ada rasa manis meskipun samar. Nikmatilah! (Anonim).

Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, Kopi tetaplah Kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin bisa kamu sembunyikan. (Dee). (kyo)

Komentar