MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-12-13 15:32 WIB

OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna

<p>OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna<p>

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kerap kesulitan memetakan kebutuhan korban pascabencana. Kerap, membutuhkan...

Denpom 1-4 Prakarsai Renovasi Makam M Yamin

AI Mangindo Kayo | Minggu, 22-01-2017 | 15:45 WIB | 412 klik | Kota Sawahlunto
<p>Denpom 1-4 Prakarsai Renovasi Makam M Yamin<p>

Danden POM 1-4, Letkol (CPM) Didik Hariyadi bersama anggota klub motor Trabas dari PT Semen Padang, menanam Pohon Sawo Kecik di areal makam M Yamin di Talawi, Kota Sawahlunto, Sabtu (21/1/2017). (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan, ide awal renovasi makam M Yamin berasal dari Danden POM 1-4, Letkol (CPM) Didik Hariyadi.

"Suatu hari saya bertemu Pak Didik. Beliau mengusulkan, agar makam M Yamin direnovasi. Saat itu, beliau menyanggupi untuk ikut membantu," ujar Ali Yusuf dalam sambutannya saat peletakaan batu pertama renovasi makam M Yamin, Sabtu (21/1/2017) di Talawi, Kota Sawahlunto.

Gayung pun bersambut. Ali Yusuf lalu menyiapkan rancangan (maket) areal tersebut. Rencananya, di areal pemakaman tersebut, akan dibangun patung M Yamin yang terbuat dari perunggu. Disekeliling makam, juga akan ditanami Pohon Sawo Kecik (manilkara kauki).


Sementara, Letkol Didik Hariyadi mengatakan, niatnya merenovasi dan membangun monumen M Yamin, dilatarbelakangi faktor M Yamin tersebut adalah putra asli daerah Sawahlunto. Beliau juga telah berjasa besar terhadap bangsa ini.

"M Yamin sangat berjasa terhadap TNI, karena beliau adalah tokoh pencipta lambang Gajah Mada yang sekarang jadi simbol Corps Polisi Militer (CPM), pencipta Panca Dharma (CPM), pencipta Pataka Kostrad dan juga tokoh sumpah pemuda," ujar Letkol Didik.

Selain itu, menurut dia, dengan renovasi ini, diharapkan lokasi tersebut dapat jadi objek wisata sejarah. Sehingga, generasi muda dapat meneladani nilai-nilai luhur kepahlawanan serta berusaha lebih giat agar Indonesia dapat jadi negara yang disegani seperti cita-cita para pahlawan.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan menghargai pahlawannya," tegas Letkol Didik.

Penanaman Pohon Sawo Kecik di sekitar areal makam, selain menimbulkam kesan asri dan teduh, juga mengenalkan pada masyarakat di Sumbar akan pohon yang sarat makna sesuai adat Jawa. Pohon yang selalu ada di hampir semua bangunan milik Kraton di Jawa itu melambangkan "sarwa becik" yang berarti serba baik atau hal-hal yang baik.

"Ini merupakan simbol dan harapan serta pelajaran bahwa setiap manusia harus dapat mengambil dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupannya," terang Letkol Didik.

"Jika pohon ini ditanam di sekitar halaman masjid, mengandung makna bahwa setiap muslim harus bisa mengambil dan mengejawantahkan semua ajaran Islam yang semuanya baik bagi manusia, sehingga setelah menghadap Allah dan mendapatkan pelajaran di masjid, akan berubah jadi manusa yang lebih baik lagi sebagai mana konsep rahmatan lil 'alamiin." (vri)

Komentar