MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-12-13 15:32 WIB

OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna

<p>OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna<p>

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kerap kesulitan memetakan kebutuhan korban pascabencana. Kerap, membutuhkan...

Dompet Dhuafa Gelar Dakwah Pedalaman di Koto Sawah Ujung Gading

AI Mangindo Kayo | Rabu, 22-02-2017 | 10:25 WIB | 524 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Dompet Dhuafa Gelar Dakwah Pedalaman di Koto Sawah Ujung Gading<p>

Kondisi salah satu rumah warga di Jorong Koto Sawah, Kenagarian Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Pasbar. Lokasi ini dijadikan DDS sebagai Pengadaan Program Aksi Layanan Sehat (ALS) dan Meretas Dakwah Pedalaman. (istimewa)

VALORAnews - Jorong Koto Sawah, Kenagarian Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, merupakan salah satu daerah pelosok pedalaman di Kabupaten Pasaman Barat. Daerah ini berjarak kurang lebih sekitar 250 Km dari Ibukota Sumatera Barat, Padang.

Meski medan jalan yang ditempuh dari Pusat Kota lancar dan nyaman, namun terhitung 3-4 Km menuju lokasi cukup memprihatinkan. Di lokasi ini, lebih dari 530 KK hidup dalam lingkaran kemiskinan. Tak terjamah kemajuan teknologi dan informasi.

Masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai buruh tani, hidup dalam keterbatasan. Untuk pendidikan, rata-rata anak di sini putus sekolah, ketika masih setingkat SD, lalu mengikuti jejak profesi orangtua sebagai buruh tani.


Sedangkan untuk masalah kesehatan, masyarakat seolah pasrah dengan kondisi. Puskesmas terdekat berjarak sejauh 15-17 Km. Dengan keterbatasan ini, kerap masyarakat terdampak gangguan pernafasan dan penyakit kulit yang diobati secara tradisional. Ketika dilanda penyakit serius, barulah Puskesmas jadi tumpuan terakhir warga.

Adanya diskusi tentang Pengadaan Program Aksi Layanan Sehat (ALS) dan Meretas Dakwah Pedalaman yang digagas Dompet Dhuafa Singgalang bersama wali nagari dan komunitas serta tokoh masyarakat, membawa angin segar harapan masyarakat setempat.

Wali Nagari Ujung Gading, sangat mengapresiasi agenda yang dijadwalkan terlaksana pada Minggu (26/2/2017) ini, sebagai solusi permasalahan kesehatan dan pendidikan masyarakat.

"Untuk kesehatan, kami melibatkan setidaknya delapan relawan medis yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pegobatan gratis untuk masyarakat. Sedangkan dalam pendidikan kami lebih menyasar ke metode dakwah sesuai visi kelembagaan dengan memberikan pembekalan ilmu agama mengutus dua Dai/Guru Ngaji yang bertugas di sini," tutur Penanggungjawab Program, Fera Zora.

Tujuan menempatkan Dai/Guru Ngaji, sebagaimana laporan dari Relawan yang melaksanakan survei di lokasi, Khairul Anami, karena kondisi masyarakat yang di berada di ambang keterbatasan, menekan kesadaran individu untuk membekali diri dengan berbagai ilmu, termasuk ilmu agama.

Diharapkan, penempatan Dai ini dapat mengembalikan motivasi masyarakat untuk aktif dalam kegiatan keagamaan. Pengadaan program ini mendapat dukungan penuh oleh Organisasi Mata Rakyat Pasaman Barat (MRPB) Peduli, juga Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat, yang mengakomodir Dompet Dhuafa Singgalang dalam mobilisasi dan fasilitasnya.

"Pelaksanaan program dilaksanakan di Masjid Banjar Bahal, Kenagarian Ujung Gading dengan target menyasar lebih dari 100 orang masyarakat miskin dan 70 anak setingkat SD-SMA yang mengikuti program dakwah pedalaman," lanjut Fera.

Untuk menunjang program, Dompet Dhuafa Singgalang juga menyalurkan 70 paket perlengkapan mengaji dan serah terima Dai/Guru Ngaji serta paket sholat di Masjid Banjar Bahal. Tak lupa ditutup sesi hiburan berupa Dongeng Ceria bagi anak-anak setempat. (rls/kyo)

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Pasaman Barat