MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-08-23 21:16 WIB

Muzni Zakaria Ajak Penggiat Wisata Promosikan Daerah di Media Sosial

<p>Muzni Zakaria Ajak Penggiat Wisata Promosikan Daerah di Media Sosial<p>

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengajak duta wisata Uda dan Uni setempat bersama penggiat wisata dan awak media...

Budidaya Udang Vaname Menjanjikan, Darmawi: Massalkan Alih Teknologi

AI Mangindo Kayo | Minggu, 12-03-2017 | 06:57 WIB | 288 klik | Kota Pariaman
<p>Budidaya Udang Vaname Menjanjikan, Darmawi: Massalkan Alih Teknologi<p>

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Darmawi bersama anggota Komisi II meninjau lokasi pembuidayaan udang vaname di Gasan Gadang, Padangpariaman, Jumat (10/3/2017). (humas)

VALORAnews - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Darmawi menuturkan, di daerah yang memiliki pesisir pantai, banyak jenis budidaya ikan yang bisa dikembangkan. Potensi ikan yang dibudidayakan tersebut, harus lah yang bernilai ekspor demi peningkatan ekonomi daerah.

"Budidaya udang Vaname ini, merupakan penerapan model budidaya yang baik. Sekali panen, bisa mendapatkan omset hingga ratusan juta rupiah," kata Darmawi, saat meninjau tambak budidaya udang vaname di Kecamatan Gasan, Kabupaten Padangpariaman bersama Anggota Komisi II berserta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Jumat (10/3/2017).

Dia mengapresiasi langkah strategis DKP dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Menurut Darmawi, alih teknologi bagi masyarakat pesisir melalui program yang digagas daerah, perlu lebih masif lagi. Cara tersebut, kata dia, sangat efektif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir secara keseluruhan.


"Alih tekonologi perlu dilakukan dengan membimbing masyarakat nelayan. Setelah edukasi dan pengandengan ini sudah dilakukan, barulah masalah pendistribusian atau pemasaran, dicarikan solusinya oleh pemerintah," tambah dia.

Dikatakan Darmawi, usaha peningkatan ekonomi masyarakat pesisir pantai, tentu sejalan dengan program nasional dalam hal ini Kementerian Perikanan dan Kelautan. Soal anggaran, terang dia, kelompok usaha masyarakat yang sudah terbentuk bisa mendapatkan dana, baik dari APBD Provinsi atau Kabupaten/Kota, melalui pos dana hibah.

"Selain itu, pendanaan bisa juga didapatkan dari pihak ketiga, bekerjasama dengan investor," tukasnya.

Kepala DKP Sumbar, Yosmeri menuturkan, Tambak Udang Vaname, merupakan gagasan DKP dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan atau pesisir pantai. Untuk saat ini, kata dia, sebagai percontohan, pihaknya sudah merealisasikan tiga titik tambak dengan mengandeng investor lokal. Kedepan, program tersebut akan dilempar ke kelompok-kelompok masyarakat.

"Ini prospek bagus, menyerap tenaga kerja dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat ini, yang jalan baru di Ketaping, Gasan Gadang. Di Pesisir Selatan, tanggal 14 Maret ini dibuka satu lagi," ujarnya.

Untuk Tambak Udang Vaname di Gasan Gadang, memiliki luas 1 hektar lebih dengan delapan petak tambak. Tambak tersebut memanfaatkan air Payau. Dipilihnya jenis Vaname, karena jenis tersebut sangat unggul dan mampu bertahan hidup di air dengan kadar garam 10 termil.

"Undang Vaname nilai ekonomisnya sangat tinggi. Yang sudah panen itu, hanya dengan modal produksi Rp500 juta, hasil panen yang didapat mencapai Rp750 juta," tukasnya.

Teknologi budidaya udang Vaname ini juga relatif baru. DKP memang belum mencoba dalam skala yang lebih luas. Baru mengandeng investor lokal. Namun, kalau itu sudah berkembang, Yosmeri yakin, budidaya tersebut bisa diterapkan masyarakat.

Soal teknis, dulunya tambak masih diterapkan di tanah namun hal itu berisiko. DKP memakai teknologi baru dari terpal. Ini bisa untuk lebih mudah mengatur dan pemeliharaan. Udang sudah bisa dipanen saat berumur 3 bulan 10 hari, dengan ukuran 30 ekor sampai 40 ekor untuk 1 kg-nya.

"Kini harga cukup bagus, di atas Rp100 ribu per-kilo. Produksinya itu langsung dibawa ke Kota Medan untuk ekspor ke Amerika dan Eropa," ungkapnya. "Program kita, 2018 akan diterapkan ke masyarakat. Rencananya untuk lima kabupaten/kota di Sumbar," tambahnya.

Kelima daerah itu yakni Pessel, Padangpariaman, Pariaman, Pasaman Barat dan Kota Padang. "Jika nanti prospeknya bagus, bukan tidak mungkin industri pengolahan bisa dibuka di Padang," tukasnya.

Pada kunjungan tersebut, selain Yuliarman ikut juga sejumlah anggota Komisi II, Suhemdi, Zalman Zaunit, Widayatmo, Zusmawati dan Komi Chaniago. (rls/kyo)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker