MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2017-06-29 13:22 WIB

Foto dan Videokan Aksi Pungli Lalu Laporkan

<p>Foto dan Videokan Aksi Pungli Lalu Laporkan<p>

VALORAnews - Libur lebaran Idul Fitri 1438 H sudah memasuki hari ketiga. Sejumlah objek wisata di Padang mulai disesaki pengunjung. Tim Sapu Bersih...

Subduksi Lempeng Indoaustralia di Pariaman Bergetar 3,7 SR

AI Mangindo Kayo | Selasa, 11-04-2017 | 11:34 WIB | 223 klik | Kota Pariaman
<p>Subduksi Lempeng Indoaustralia di Pariaman Bergetar 3,7 SR<p>

Lokasi gempa tektonik, Senin (10/4/2017), pukul 22:46:40 WIB di laut 43 km Barat Daya Pariaman. (istimewa)

VALORAnews - Wilayah Kota Pariaman dan sekitarnya, diguncang gempa tektonik, Senin (10/4/2017), pukul 22:46:40 WIB. Hasil analisis BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, kekuatan gempa ini sebesar 3,7 Skala Richter (SR).

"Pusat gempabumi terletak pada 0.81 LS dan 99.80 BT, tepatnya di laut 43 km Barat Daya Pariaman, pada kedalaman 34 km," ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima.

Dikatakan, hasil laporan masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Kota Padang dan sekitarnya pada skala intensitas I SIG BMKG (II MMI).


"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat Kota Padang dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," tukas Rahmat.

Gempabumi Pariaman yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Subduksi Lempeng Indoaustralia yang menyusup ke lempeng Eurasia di sekitar segmen Siberut.

Catatan gempabumi di BMKG menunjukkan bahwa Pariaman juga pernah diguncang gempabumi berkekuatan 7.9 SR pada 30 September 2009 yang dirasakan dengan intensitas VIII skala Modified Mercally Intensity (MMI) di Pariaman dan Padang.

Sementara di daerah lainnya seperti Bukittinggi, Padangpanjang, Pasaman Barat, Solok, Pesisir Selatan dan area sekitarnya mengalami guncangan antara VI-VII MMI.

Data kegempaan setempat, terang Rahmat, memang menunjukkan bahwa wilayah Pariaman termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena keberadaan sesar Mentawai dan zona subduksi di wilayah ini. (kyo)

Komentar

Berita Metro

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker