MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2017-12-16 18:53 WIB

Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES

<p>Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menghadiri peluncuran Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu melalui Gerakan Nagari Elok...

Mekanisme Gempabumi Mentawai 5,1 SR Kategori Sesar Naik

AI Mangindo Kayo | Jumat, 21-04-2017 | 17:25 WIB | 268 klik | Kab. Mentawai
<p>Mekanisme Gempabumi Mentawai 5,1 SR Kategori Sesar Naik<p>

Kepala BMKG Padangpanjang, Rahmat Triyono mendokumentasikan pencatatan kekuatan gempa Mentawai, di ruang pusat gempabumi nasional BMKG pusat di Jakarta, Jumat (21/4/2017). (istimewa)

VALORAnews - Gempabumi tektonik mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (21/4/2017). Hasil analisis BMKG, gempabumi ini terjadi pada pukul 11.00.28 WIB dengan kekuatan 5,1 SR (awalnya dirilis 5,3 SR-red) dengan episenter terletak pada koordinat 2,12 LS dan 99,61 BT, tepatnya di daratan Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai pada kedalaman hiposenter 42 kilometer (updated parameter).

"Mentawai yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI). Berdasarkan laporan sementara di Padang dan Pariaman guncangan dirasakan pada skala intensitas I SIG BMKG (II MMI)," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi dalam siaran pers yang diterima beberapa saat lalu.

Dikatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di zona megathrust.


"Karena hiposenter berada di kedalaman 42 kilometer, maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini dirasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya," terang Riyadi.

"Patut kita syukuri, meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akan tetapi kerena kekuatan gempabumi relatif kecil 5,1 SR, maka tidak berpotensi menimbulkan tsunami," tambah Riyadi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat. "Diharapkan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tukasnya. (kyo)

Komentar