MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-12-15 19:32 WIB

Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing

<p>Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing<p>

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, meminta kepada Pemerintah Nagari harus berinovasi kelola dana desa agar lebih maju dan memiliki daya...

TROI Seri II

179 Paraglider Bertarung di Puncak Lawang

AI Mangindo Kayo | Minggu, 07-05-2017 | 23:18 WIB | 169 klik | Kab. Agam
<p>179 Paraglider Bertarung di Puncak Lawang<p>

Bupati Agam Indra Catri didampingi Trinda Farhan Satria, Nasir Ahmad, Bambang Hermansyah, Kolonel (Pen) I Putu Suwartika dan AKBP Ferry Suwandi memukul tambua tanda dimulainya iven TROI seri II di Agam yang dipusatkan di Puncak Lawang, Matur, Jumat (5/5/2017). (humas)

VALORAnews - Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Nasir Ahmad, membuka lomba Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) seri dua, yang dipusatkan di Objek Wisata Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Jumat (5/5/2017).

Dikatakan Nasir Ahmad, Paragliding Troi seri dua di bawah Cabor Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu merupakan suatu kalender nasional yang sudah dirancang. Di mana, pada 2017 ini akan digelar lima seri dimana seri keduanya digelar di Provinsi Sumatera Barat yang dipusatkan di Kabupaten Agam.

"Ini bukan kegiatan olahraga semata, tapi juga nuansa rekreasi dan wisata, diharapkan bisa dikembangkan untuk menjadikan Sumbar dan Agam sebagai destinasi yang menjanjikan," ujarnya.


Pembukaan dilakukan dengan pemukulan tambua, yang dilakukan Nasir Ahmad bersama Asisten Deputi Olahraga dan Rekreasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Bambang Hermansyah, Bupati Agam, H Indra Catri Dt Malako Nan Putiah, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, Danlanud St Syarial, Kolonel (Pen) I Putu Suwartika dan Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi.

Dikatakann Nasir Ahmad, kepercayaan Kemenpora untuk menempatkan lokasi di Puncak Lawang sebagai salah satu seri, tentu perlu diberikan dukungan. Tidak hanya Sumbar, tapi juga Agam bagaimana dukungan masyarakat, niniak mamak, FASI, sehingga kegiatan ini bisa dimaksimalkan.

Menurut Nasir, olahraga itu perlu lebih dimasyarakatkan di Sumbar, karena minat anak muda masih sangat terbatas dengan olahraga itu. Olahraganya memang cukup menantang, tapi bagaimana kita bisa memadukan olahraga ini dengan nilai rekreasinya, dan mempromosikan daerah kita ke dunia nasional.

"Kita berharap kegiatan ini tetap berlanjut di Sumbar, khususnya di Puncak Lawang. Kita akan berupaya memaksimalkan semua sarana dan prasarana yang belum disediakan, agar kegiatan itu bisa jadi lebih baik lagi," harapnya.

Sementara, Indra Catri mengatakan, kegiatan paralayang sudah dua tahun tidak digelar di Agam, bahkan Sumbar. Hal itu karena sering terjadinya musim hujan di daerah itu. Pada 2017 dan tahun berikutnya diharapkan bisa dilaksanakan, karena ini ivent yang ditunggu-tunggu untuk menjadi ivent andalan daerah itu.

Menurut Indra Catri, Matur salah satu destinasi yang terkenal, tidak hanya sesudah kemerdekaan, bahkan sebelum kemerdekaan Belanda menetapkan wilayah itu sebagai negeri yang sangat terhormat, karena memiliki nuansa alam yang bagus seperti Puncak Lawang, Ambun Tanai dan Danau Maninjau sebagai salah satu wilayah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional dan pahlawan bangsa.

"Danau Maninjau sedikit mengalami masalah dengan adanya keramba, namun secara bertahap sudah diatasi. Dengan kegiatan itu peserta diharapkan bisa promosikan salah satu tempat kita melaksnaakan ivent ini," ujar dia.

Diharapkan Indra Catri, kegiatan itu kembali dilaksanakan tahun depan dan lebih ramai lagi. Pada 2017 peserta tidak hanya dari Indonesia saja, tapi juga dari Singapura dan Malaysia. Tidak hanya itu, ivent tersebut perlu disempurnakan terus. Walaupun kegiatannya cukup menantang bagi peserta, tapi di samping olahraga profesional, juga menjadi olahraga hiburan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Hadi Suryadi menambahkan, lomba diikuti 179 peserta dari atlet paralayang seluruh Indonesia.

Dikatakan, semua atlet telah diasuransikan kesehatannya untuk melindungi keselamatan mereka, selama mengikuti lomba paralayang TROI seri dua pada 5-8 Mei 2017 tersebut. (rls/ham)

Komentar

Berita Sport