MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2017-06-27 10:41 WIB

Padang Siapkan Lahan dan Perda Insentif untuk Calon Investor

<p>Padang Siapkan Lahan dan Perda Insentif untuk Calon Investor<p>

VALORAnews - Idul Fitri merupakan momen pulangnya perantau ke kampung halaman. Kedatangan perantau diharapkan akan membawa perubahan bagi kampung. ...

Sidang Praperadilan Kapolres Pessel

Saksi Akui Pancang Kayu dan Jaring Milik Rocky Chandra Dirusak

AI Mangindo Kayo | Selasa, 09-05-2017 | 20:54 WIB | 185 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Saksi Akui Pancang Kayu dan Jaring Milik Rocky Chandra Dirusak<p>

Ilustrasi.

VALORAnews - Para saksi, akui kalau pancang kayu dan jaring yang dirusak oleh Azwar di lokasi adalah milik pemohon, Rocky Chandra. Hal ini terungkap dalam persidangan lanjutan perkara Praperadilan antara Rocky Chandra dan Kapolres Pessel di PN Kelas II A Painan, Senin (8/5/2017).

Agenda persidangan yang berlansung hingga malam tersebut, dihadirkan 5 orang saksi. Tiga dihadirkan kubu pemohon: Dasril, Musridon dan Syafrianto. Dan dua orang lagi dihadirkan termohon, Andre dan Junaidi (kedua saksi merupakan anggota Polres Pessel).

Saksi Dasril, dalam keterangan mengungkapkan, dirinya merupakan pekerja alias buruh di lokasi kejadian. Dia bekerja untuk membuat pagar dengan menggunakan pancang kayu dan jaring di lahan yang diketahui milik Rocky Chandra.


"Sebelum bekerja di lokasi, saya diperlihatkan oleh Rocky surat Akta Jual Beli (AJB) lahan itu. Kemudian, barulah ditawarkan pekerjaan ke saya, yakni membuat pagar di lahan tersebut dengan menggunakan pancang kayu, kemudian dilingkari dengan jaring," katanya di persidangan.

Namun, suatu ketika, saat saya sedang bekerja, datang lah Azwar ke lokasi. Dia langsung mencabut pancang-pancang kayu serta jaring yang dipasang tadi.

"Tak sekadar dicabut, pancang serta jaring yang dikirimkan Rocky untuk dipasangkan tadi, ikut dirusak. Pancang dipotong, sedangkan jaring dirobek," kata Dasril.

Saksi Musridon, juga menyebutkan hal sama. Dirinya yang notabene ikut bekerja (dibawa oleh Dasril) di lokasi, juga melihat aksi pengrusakan pancang serta jaring dilakukan Azwar.

"Saat bekerja, Pak Azwar datang dan langsung mencabut pancang dan jaring. Menurut Pak Dasril, ini sudah merupakan aksi kedua dilakukan Azwar di lokasi (sebelumnya dilakukan saat Musridon belum bekerja di lahan tersebut)," ungkap Musridon.

Sedangkan saksi Syafrianto (saksi ketiga) menambahkan, dirinya merupakan orang yang dimintai oleh Rocky sebagai pengantar barang ke lokasi.

"Saya mengantarkan jaring-jaring baru ke lokasi. Tahunya baru, dikarenakan masih tergulung plastik dan bermerek, masing-masingnya tertera ukuran panjang," tutur Syafrianto.

Selain itu, terangnya, dirinya juga pernah melihat di lokasi kalau pancang kayu dan jaring sudah rusak.

"Saat itu, saya ke sana bersama tim penyidik Polres Pessel. Kedatangan ke lokasi tadi, terkait laporan Rocky atas pengrusakan pancang kayu dan jaring di lokasi yang dilakukan tersangka Azwar," kata Syafrianto.

Sementara, Andre (saksi pihak termohon), juga menyebut kalau laporan dimasukkan Rocky, adalah laporan kerusakan pancang kayu dan jaring miliknya, oleh Azwar. "Dalam BAP penyidik juga tertera kalau pancang kayu dan jaring milik Rocky," kata Andre.

Hanya saja, dalam pemeriksaan terhadap tersangka Azwar, dia (Azwar) justru mengklaim lokasi milik dia juga.

Sedangkan saksi Junaidi menyebut, dirinya ikut hadir dalam gelar perkara laporan pengrusakan dilaporkan Rocky bersama jajaran terkait di Mapolres Pessel.

"Dalam gelar perkara tadi, saya dimintai pendapat terkait kasus laporan pengrusakan itu. Saya berpendapat, laporan itu tidak cukup bukti, karena saksi saja yang menyebutkan pengrusakan terhadap pancang kayu tersebut," kata Junaidi.

Diberitakan sebelumnya, Rocky Chandra, warga Jelutung, Kota Jambi mengajukan Permohonan Praperadilan terhadap penghentian tindak pidana atas laporannya yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Resort Pesisir Selatan, Sumatera Barat ke Pengadilan Negeri (PN) Painan, Kamis (4/4/2017).

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Muhammad Hibrian, Penasehat Hukum pemohon yakni Heroe Arioso Siswondo, memaparkan, ihwal praperadilan: sehubungan dengan dihentikannya penyidikan oleh termohon atas laporan polisi nomor: LP/90/B/V/2016/SPKT-C/Res-Pessel tanggal 2 Mei 2016 tentang dugaan terjadinya tindak pidana pengrusakan terhadap barang (pasal 406 ayat 1 KUHP), sebagaimana tertuang dalam Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam Laporan Polisi LP/90/B/V/2016/SPKT-C/Res-Pessel tanggal 2 Mei 2016.

Pemohon, beber dia, merupakan saksi pelapor sekaligus korban atas dugaan tindak pidana perusakan terhadap barang, yang dilakukan saudara Azwar, bukti lapor tersebut tertuang dalam laporan polisi LP/90/B/V/2016/SPKT-C/Res-Pessel tanggal 2 Mei 2016. (Baca: Kapolres Pessel Dipraperadilankan Gara-gara Terbitkan SP3)

Dugaan tindak pidana perusakan terhadap barang tersebut terjadi pada 28 Maret 2016 tepatnya di Sungai Nyalo Mudiak Aie, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (tsp)

Komentar

Berita Kab. Pesisir Selatan

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker