MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-10-22 19:56 WIB

Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi

<p>Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi<p>

VALORAnews - Personel Kodim 0304/Agam mengamankan satu unit truk bermuatan 20 ton pupuk bersubsidi di Pasar Lasi, Nagari Lasi, Kecamatan Candung,...

Tentukan Awal 1 Ramadhan 1438 H

Ulama Syatariyah Sepakati Melihat Bulan pada 28 Mei 2017

AI Mangindo Kayo | Senin, 22-05-2017 | 15:16 WIB | 127 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Ulama Syatariyah Sepakati Melihat Bulan pada 28 Mei 2017<p>

Ulama syatariah Padangpariaman dan sekitarnya, menggelar muzakarah untuk menetapkan waktu maniliak (melihat) bulan sebagai pertanda jatuhnya 1 Ramadhan 1438 H, Sabtu (20/5/2017) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. (istimewa)

VALORAnews - Ulama Syatariyah Padangpariaman yang difasilitasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman, memutuskan maniliak (melihat) bulan 1 Ramadhan 1348 H, pada Sabtu (27/5/2017).

Bila bulan sudah terlihat sebelumnya, Jumat (26/5/2017), secara mutawatir dapat diterima. Kemudian bulan yang dilihat dimusyawarah pada kadhi di masing-masing daerah, dimana domilisi dengan yang melihat bulan tersebut.

Demikian antara lain keputusan muzakarah ulama Syatariyah Padangpariaman tentang ru'yatul hilal penentuan awal Ramadhan 1438 H, Sabtu (20/5/2017) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. Muzakarah ini dihadiri lebih dari 60 ulama Syatariah Padangpariaman.


Juga hadir Ketua Syatariyah Sumbar, Riau dan Jambi, Ismet Ismail Tuanku Mudo, Ketua MUI Padangpariaman Syofyan Tuanku Bandaro, pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Padangpariaman dan ulama Syatariyah lainnya.

Muzakarah yang dimoderatori Ali Munar Tuanku Mulie dari pesantren Luhur Ampalu Tinggi, menyebutkan, hasil musyawarah kadhi tersebut disampaikan ke jamaah agar besoknya berpuasa. Selain itu, hasil musyawarah tersebut juga boleh disampaikan melalui handphone.

"Kalau bulan masih tidak kelihatan pada petang Sabtu tersebut, maka 1 Ramadhan sebagai awal puasa langsung dilaksanakan saja pada Seninnya (22/5/2017)," kata Ali Munar membacakan keputusan muzakarah.

Sebelum diputuskan, peserta muzakarah melontarkan tiga hari yang berbeda waktu melihat bulan. Masing-masing pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Masing-masing pengusul memberikan argumentasi kapan melihat bulan dilaksanakan.

"Setelah mendengarkan berbagai pendapat, komentar dan pandangan dari peserta, ulama-ulama senior, pimpinan pesantren, akhirnya sepakat melihat bulan pada Sabtu," kata Ali Munar.

Sementara, Ketua PCNU Padangpariaman, Masrican Tuanku M Basa menyebutkan, belajar pada peristiwa memulai 1 Ramadhan 1437 lalu, melihat bulan dilaksanakan pada Selasa, sedangkan Senin petang bulan sudah terlihat.

Dari saran dan masukan sejumlah ulama kepada kami, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Maka menjelang pelaksanaan melihat bulan 1 Ramadhan 1438 ini, PCNU menyelenggarakan muzakarah.

"Melalui muzakarah ini, dapat disepakati kapan pelaksanaan melihat bulan. Alhamdulillah, keputusan muzakarah sudah disepakati," kata Masrican.

Menurut Masrican, muzakarah ini juga mempererat silaturrahmi di antara ulama Syatariyah di Padangpariaman. "Mudah-mudahan, kegiatan ini dapat dilanjutkan pada masa mendatang," harapnya. (rls/kyo)

Komentar

Berita Kab. Padang Pariaman

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker