MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2017-06-29 13:22 WIB

Foto dan Videokan Aksi Pungli Lalu Laporkan

<p>Foto dan Videokan Aksi Pungli Lalu Laporkan<p>

VALORAnews - Libur lebaran Idul Fitri 1438 H sudah memasuki hari ketiga. Sejumlah objek wisata di Padang mulai disesaki pengunjung. Tim Sapu Bersih...

Merapi Batuk Dua Kali, Salimpaung Hujan Abu Vulkanik

AI Mangindo Kayo | Minggu, 04-06-2017 | 13:41 WIB | 302 klik | Kota Bukittinggi
<p>Merapi Batuk Dua Kali, Salimpaung Hujan Abu Vulkanik<p>

Abu vulkanik tampak membubung dari puncak Gunung Marapi, Minggu (4/6/2017). jelang siang, tercatat dua kali letusan dari gunung api yang berlokasi di 5 kabupaten/kota di Sumbar ini. (Isitimewa)

VALORAnews - Nagari Salimpaung di Kabupaten Tanmahdatar, mengalami hujan abu vulkanik pascaletupan Gunung Marapi, Minggu (4/f/2017). Gunung dengan ketinggian 2.891 mdpl ini mengalami dua kali batuk jelang Minggu siang ini.

"Letusan kedua lebih besar dari yang pertama dengan memuntahkan abu vulkanik lebih banyak. Abu vulkaniknya bergerak ke arah timur," ungkap Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Hartanto.

Catatan PGA, letusan pertama terjadi sekitar pukul 10.01 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter berwarna abu-abu. Amplitudo letusan mencapai 6 milimeter dengan lama gempa 35 detik.


Letusan berselang 21 menit kemudian, atau sekitar pukul 10.22 WIB, Marapi kembali meletus. Letusan kedua ini memiliki amplitudo 4 milimeter terjadi sekitar pukul 10.22 WIB dengan lama gempa 22 detik. Ketinggian abu kolom mencapai sekitar 700 meter dari puncak gunung.

Sementara, Gede Suantika dari Kementrian ESDM melansir siaran pers yang menyebutkan, Gunung Marapi dikelilingi oleh Kota kabupaten terdekat seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar, dan Padangpanjang di Provinsi Sumatera Barat.

"Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman dari Pos Marapi di Kota Bukittinggi yang berjarak 14 km di baratlaut puncak," terangnya.

Dijelaskan, erupsi ini termasuk tipe vulkanian kecil berupa lontaran bom vulkanik yang menyebar sekitar kawah, juga disertai kepulan abu hitam tebal yang menyebar sesuai arah angin.

"Erupsi ini merupakan ciri khas Gunung Merapi yang jarang disertai awan panas dan letusan berlangsung dalam waktu singkat," ungkapnya.

Kegempaan sebelum letusan tidak tercatat adanya gempa-gempa vulkanik dan hanya terekam gempa tektonik jauh. Setelah erupsi beberapa gempa hembusan terekam.

Tingkat aktivitas Gunung Marapi sudah lama dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi dan masuk dalam radius 3 km dari kawah/puncak.

(kyo)

Komentar

Berita Metro

Berita Kota Bukittinggi

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker