MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2017-10-19 00:42 WIB

Empat Daerah Terindikasi Lakukan Pelanggaran, Irwan: Kita Layangkan Teguran

<p>Empat Daerah Terindikasi Lakukan Pelanggaran, Irwan: Kita Layangkan Teguran<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, akan menindaklanjuti paparan Asisten Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Komisi...

Ada Bunga Raflesia Hampir Mekar di Rimbo Kejahatan Nagari Kajai, Pasaman Barat

AI Mangindo Kayo | Minggu, 04-06-2017 | 23:59 WIB | 1509 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Ada Bunga Raflesia Hampir Mekar di Rimbo Kejahatan Nagari Kajai, Pasaman Barat<p>

Tiga orang warga tengah mengamati Bunga Raflesia Arnoldi yang tumbuh di Hutan Kejahatan, Nagari Kajai, Pasaman Barat, Minggu (4/6/2017). (aguswanto/valoranews)

VALORAnews -- Bunga Bangkai Raksasa atau lebih dikenal dengan Bungan Raflesia Arnoldi ditemukan di Rimbo Kejatan, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat. Ketinggian bunga ini, diperkirakan mencapai 3 meter lebih.

"Bunga Bangka ini tumbuh di pinggang perbukitan Rimbo Kajai. Lokasi tumbuhnya, bisa terlihat dari tepi jalan menuju Nagari Kajai," ungkap Anto, warga setempat, Minggu (4/6/2017).

Tumbuhan dari suku talas-talasan endemik dari Sumatera, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Bunga ini dikenal juga dengan sebutan Bunga Keribut atau suweg raksasa dengan nama latin, Amorphophallus Titanum Becc. Puncak bunganya bisa mencapai ketinggian 5 meter.


Keribut atau Bunga Bangka ini, bunganya mengeluarkan bau seperti bangkai busuk. Bau ini dimaksudkan untuk mengundang kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunga itu.

Keribut ini sering dipertukarkan dengan species sejenis yakni Bunga Raflesia Arnoldi. Mungkin disebabkan kedua jenis tumbuhan ini sama-sama mengeluarkan bau busuk

Dikutip dari wikipedia, tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif, muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6 meter.

Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.

Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

Hingga 2005, rekor bunga tertinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74 meter pada 2003. Pada 20 Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91 meter di Kebun Botani dan Hewan Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman.

Namun, Kebun Raya Cibodas, Indonesia mengklaim bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17 meter pada dini hari 11 Maret 2004. Bunga mekar untuk waktu sekitar seminggu.

Di kawasan SPHT Taman Nasional Kayan Mentarang, jenis keribut ini dapat tumbuh dengan tinggi kisaran 1,5 meter dengan lebar sekitar 50-70 cm. Banyak di jumpai disekitar pinggir sungai dan daerah dataran lembab.

Bunga ini mekar sekitar bulan November dan yang terakhir di jumpai pada tanggal 23 Nopember 2013 (Misoniman/Polhut TN Kayan Mentarang). Pada fase vegetatif, keribut ini muncul daun dan batang mencapai 2,5 meter dengan diameter sekitar 25 cm. (kyo)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker