MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-10-22 19:56 WIB

Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi

<p>Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi<p>

VALORAnews - Personel Kodim 0304/Agam mengamankan satu unit truk bermuatan 20 ton pupuk bersubsidi di Pasar Lasi, Nagari Lasi, Kecamatan Candung,...

Pokdarwis Nagari Koto Tinggi Dinilai Tim Pusat

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 10-06-2017 | 17:38 WIB | 223 klik | Kab. Agam
<p>Pokdarwis Nagari Koto Tinggi Dinilai Tim Pusat<p>

Tim dari Kementerian Pariwisata melakukan penilaian terhadap Pokdarwis Koto Gadang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, yang masuk nominasi nasional, Jumat (9/9/2017). (humas)

VALORAnews - Kementerian Pariwisata melakukan kunjungan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Koto Gadang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, guna melakukan penilaian terhadap Pokdarwis yang masuk nominasi nasional tersebut, Jumat (9/9/2017).

Penilaian dimaksud dilakukan Kusmayadi dari akademisi, Basuki Arta Riksa dari peneliti, yang didampingi dua orang dari Kementerian Pariwisata Arum dan Diah Purnama Rini.

Dikesempatan itu, Ketua Tim Juri, Kusmayadi dari unsur akademisi mengungkapkan, kawasan Agrowisata Koto Gadang, sebenarnya sudah mempunyai bakuan-bakuan pariwisata lebih dari yang memadai, hanya tinggal merangkai dan menyatukan untuk mengintegrasikan dengan elemen-elemen yang ada.


"Pokdarwis Koto Gadang merupakan salah satu kelompok yang masuk nominasi nasional, di mana melalui kunjungan lapangan yang dilakukan, saya berpikir bahwa unsur budaya menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung," ujarnya.

Ia mengungkapkan, yang harus dijadikan daya tariknya yaitu cara menyampaikan suatu cerita kepada para penyimak atau story telling seperti sejarah, filsafat dan cerita terkait nagari ini.

Dikatakan, setiap kelomok perannya untuk membangun desa wisata harus masuk, dari berbagai bakuan ini sudah sangat menonjol, namun hanya tinggal sedikit pengetahuan pelaku wisata tingkat keratifitas dalam pengemas produk.

Basuki Arta Riksa dari peneliti menambahkan, kelompok juga harus tau bagaimana Pokdarwis berperan lebih besar untuk mengelola Agro Wisata, seakan-akan seperti manager dari pengebangan kawasan. Jika Pokdarwis banyak berperan, maka desa wisata bisa jadi lebih maju dan banyak pengunjung.

Ketua Pokdarwis, Muhammad Ridwan mengungkapkan, dalam penilaian ini pihaknya banyak merasakan kekurangan dan kegiatan tersebut tidak hanya sebatas penilaian saja. Namun, ia mengharapkan bimbangan, dukungan dan saran untuk kemajuan kelompok tersebut.

"Terimakasih semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kami dalam kegiatan Pokdarwis ini," ujarnya.

Penilaian yang dilakukan juri berupa memverifikasi data dan aktvitas kelompok secara langsung, di mana pada saat itu, tim melihat secara langsung bagaimana hasil aktivitas kelompok di lapangan, dan banyak masukan-masukan yang diberikan tim untuk memajukan kelompok tersebut. (rls/vri)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker