MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-12-13 15:32 WIB

OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna

<p>OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna<p>

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kerap kesulitan memetakan kebutuhan korban pascabencana. Kerap, membutuhkan...

Kejadian Berulang Setiap Mudik Lebaran

Taslim Nilai Gubernur Tak Urus Titik Macet di Sumbar

AI Mangindo Kayo | Selasa, 13-06-2017 | 19:45 WIB | 708 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Taslim Nilai Gubernur Tak Urus Titik Macet di Sumbar<p>

Sekretaris DPW PAN Sumbar, H Taslim, berdiskusi santai dengan wartawan usai buka bersama di sebuah rumah makan di Padang, Selasa (13/6/2017). (Mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Gubernur Sumbar beserta jajaran terkait, dinilai tak melakukan upaya memadai, mengatasi ruas jalan yang jadi langganan macet setiap mudik lebaran di Sumbar. Padahal, tiap libur lebaran, macet selalu terjadi di titik-titik tersebut hingga di periode kedua Irwan Prayitno jadi gubernur Sumbar.

"Sepertinya, gubernur dan jajaran terpukau dengan tawaran pembangunan jalan tol dari pusat. Sehingga, melupakan kebutuhan mendesak yang harus dicarikan solusinya di Sumbar ini," ungkap Sekretaris DPW PAN Sumbar, H Taslim, Selasa (13/6/2017) kepada wartawan di Padang.

Ruas jalan yang jadi langganan macet di Sumbar di antaranya Kayu Tanam (Padangpariaman) hingga Padangpanjang. Kemudian, Koto Baru (Tanahdatar) hingga Bukittinggi. Lalu, Bukittinggi menuju Payakumbuh. Titik-titik macet ini, setiap musim lebaran kerap ditempuh dalam waktu 3 sampai 4 jam. Biasanya, bisa ditempuh dalam waktu setengah jam saja paling lama.


Menurut Taslim, jika pemerintah melakukan pelebaran jalan satu meter saja di sisi kiri dan kanan jalan, kemacetan di titik-titik tersebut akan lebih cepat terurai. Karena, pengendara sepeda motor memiliki jalan sendiri untuk lewat.

"Pelebaran di bahu jalan, akan memberi ruang pada pengendara sepeda motor untuk jalan di jalur tersendiri. Hal ini akan membuat pengendara mobil bisa berjalan lebih leluasa," terangnya.

Selain itu, Taslim menilai, pelebaran jalan alternatif dari Koto Baru hingga Banuhampu yang tengah dikerjakan kontraktor pelaksana, sepertinya dikerjakan tanpa perencanaan yang matang.

"Masak, pelebaran jalan itu masih tahap pekerjaan pengerasan di sejumlah titik di awal Ramadhan ini. Semua kita tahu, jalan Koto Baru - Banuhampu ini adalah alternatif mengatasi macet menuju Bukittinggi dari Padangpanjang atau sebaliknya. Harusnya, jalan ini prioritas utama untuk dituntaskan dalam waktu cepat. Nyatanya, tak terlihat upaya ke arah itu," tegas Taslim.

Sementara itu, Taslim juga meminta gubernur, untuk makin menggencarkan sosialisasi jalur Sicincin-Malalak pada masyarakat luas.

"Masih ada waktu dua minggu untuk melengkapi rambu jalan di Sicincin-Malalak ini. Begitu juga sarana prasarana lainnya. Sehingga, ruas jalan ini jadi pilihan masyarakat untuk dilewati," tegasnya. (kyo)

Komentar

Berita Ranah

Berita Provinsi Sumatera Barat