MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-12-15 19:32 WIB

Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing

<p>Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing<p>

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, meminta kepada Pemerintah Nagari harus berinovasi kelola dana desa agar lebih maju dan memiliki daya...

Tarif Masuk Capai Rp3 Juta

Seleksi Jalur Mandiri Diperdagangkan Kepala MTsN Gunung Pangilun

AI Mangindo Kayo | Rabu, 14-06-2017 | 23:38 WIB | 433 klik | Kota Padang
<p>Seleksi Jalur Mandiri Diperdagangkan Kepala MTsN Gunung Pangilun<p>

Tim Saber Pungli Polresta Padang, tengah menghitung sejumlah uang yang ditemukan di ruang kerja Kepala MTsN Gunung Pangilun, CK, Senin (12/6/2017) siang. (istimewa)

VALORAnews -- Penerimaan siswa baru melalui seleksi mandiri, jadi objek bancakan kepala MTsN Model Gunung Pangilun, CK (45) bersama wakilnya, RJ (41). Aksi mereka memperjualbelikan kursi pada proses penerimaan siswa baru, diungkap Tim Saber Pungli Kota Padang, Senin (12/6/2017). Keduanya diamankan petugas di areal sekolah yang berlokasi di kawasan Gunung Pangilun itu.

"Keduanya masih menerima penerimaan murid baru dari jalur seleksi mandiri. Padahal, proses penerimaan dari jalur mandiri ini telah ditutup," ungkap Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz dalam keterangan pers, Rabu (14/6/2017).

Turut hadir dalam keterangan pers itu, Irwasda Polda Sumbar yang sekaligus Ketua Tim Saber Pungli tingkat provinsi. Kemudian, Waka Polresta Padang, AKBP Tommy serta Kakan Kemenag Padang, Japeri Jarab.


Barang bukti yang ditemukan berupa uang kontan senilai Rp4,88 juta, di ruang kerja CK. Sedangkan dari ruangan kerja RJ, ditemukan Rp14 juta serta sejumlah rapor SD serta dokumen lainnya.

"CK membuka jalur khusus untuk dapat masuk ke sekolah tersebut. Dia menghubungi orang tua siswa kemudian meminta sejumlah uang, agar siswa itu bisa diterima. Setiap orang tua diminta uang berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta," terang Kombes Chairul.

Dalam operasi gelap ini, CK dibantu RJ yang juga merupakan wakil kepala sekolah. RJ bertugas mengumpulkan uang dari orang tua siswa.

Menurut keterangan CK, ia bermaksud membuka jalur khusus dengan menerima 80 murid untuk dua lokal.Hingga ditangkap ia sudah berhasil mendaptkan 50 calon siswa dan mendapatkan uang Rp75 juta.

Saat ini keduanya sedang diperiksa intensif di Polresta Padang.Jika terbukti bersalah keduanya terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Kepala Kantor Kementrian Agama Padang, Japeri Jarab yang juga hadir menyesalkan kejadian tersebut.

"Hasil pemeriksaan nantinya akan kita laporkan ke Kanwil Kemenag yang kemudian akan diteruskan kepada Inspektorat untuk menentukan sanksi terhadap keduanya," terang Japeri.

Sementara,. Inspektur Pengawasa Daerah (Irwasda) Polda Sumbar, Kombes Pol Dody mengatakan, dengan adanya kejadian ini diharapkan instansi dapat lebih membenahi kinerja jajarannya.

"Kejadian ini diharapkan menjadi shock therapy terhadap instansi agar dapat membenahi kinerjanya sehingga kedepannya tidak terulang lagi sehingga kinerja instansi tersebut dapat lebih baik lagi," tutur Kombes Dody. (vri)

Komentar

Berita Kota Padang