MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

1.821 Meriam Bambu Diletuskan di Tanah Perjuangan Tuanku Imam Bonjol Siang Ini

AI Mangindo Kayo | Jumat, 14-07-2017 | 10:36 WIB | 3939 klik | Kab. Pasaman
<p>1.821 Meriam Bambu Diletuskan di Tanah Perjuangan Tuanku Imam Bonjol Siang Ini<p>

Persiapan pemecahan rekor MURI Badia-badia batuang yang akan ditembakkan/dibunyikan serentak di lokasi pusat perjuangan Tuanku Imam Bonjol oleh ribuan warga Kabupaten Pasaman, Jumat (14/7/2017) siang ini. (humas)

VALORAnews - Sebanyak 1.821 unit Meriam Bambu, disiapkan warga Pasaman. Badia-badia batuang itu akan ditembakkan/dibunyikan serentak di lokasi pusat perjuangan Tuanku Imam Bonjol oleh ribuan warga Kabupaten Pasaman, Jumat (14/7/2017) siang ini.

"Acara yang rencananya diadakan pada pukul 14.00 WIB ini, digagas masyarakat Pasaman, baik yang berada di rantau maupun di kampung. Tujuannya, mengenang kembali bagaimana rakyat Pasaman, Tuanku Imam Bonjol khususnya, menghadapi kaum penjajah pada masa dulunya," ungkap Kabag Humas Pemkab Pasaman, Anwir Salam dalam siaran pers yang diterima.

Tuanku Imam Bonjol adalah seorang ulama, pemimpin, sekaligus pejuang yang tercatat dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Ia memiliki peran penting dalam melawan Belanda ketika Perang Padri yang terjadi pada 1803 hingga 1838.


Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat pada 1772. Ia merupakan anak dari pasangan Bayanuddin dan Hamatun. Ayahnya adalah seorang alim ulama dari Sungai Rimbang, Suliki.

Bukan saja sekadar mematik "Meriam Bambu" yang berjumlah 1.821 unit. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut HUT RI dan peringatan detik-detik Perang Paderi.

"Melalui acara ini, tentu saja kita masih ingat dari apa yang telah kita pelajari melalui sekolah ataupun kesaksian para pelaku sejarah mengenai pengorbanan yang sudah pahlawan berikan," terang Anwir Salam.

"Kita semua pasti ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar, maka kita semua wajib menghargai jasa-jasa dari para pendahulu kita. Dengan melaksanakan kegiatan ini, Pemkab Pasaman berharap, dapat kembali mengingatkan anak bangsa akan keterbatasan perjuangan masa lampau," tambahnya.

"Situasi ini kemudian yang diharapkan untuk dapat memacu generasi muda Bangsa, bahwa dengan keterbatasan sekalipun sebagai generasi muda tidaklah menjadi penghambat untuk berjuang."

Acara yang digelar Jum'at siang ini akan diikuti seluruh PNS dilingkungan Pemkab Pasaman, TNI/Polri di Kabupaten Pasaman, perantau dan warga Pasaman lainnya.

Pada sisi lain, momentum kegiatan mematik 1.821 meriam bambu ini juga diharapkan dapat menarik minat pariwisata daerah, agar pusat perjuangan Imam Bonjol ini menjadi kunjungan menarik para wisatawan pada masa mendatang.

"Hal ini sehubungan dengan rencana Pemkab Pasaman untuk membangun nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan Tuanku Imam Bonjol," terang Anwir didampingi Camat Bonjol, Delfi Safei. (rls/kyo)

Komentar

Berita Kab. Pasaman