MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Terlantar, Ibu Bayi Kembar Tiga Dibantu Dompet Dhuafa

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 15-07-2017 | 19:43 WIB | 216 klik | Kab. Dharmasraya
<p>Terlantar, Ibu Bayi Kembar Tiga Dibantu Dompet Dhuafa<p>

Perantau asal Binjai, Sumut yang melahirkan bayi kembar tiga di RSUD Dharmasraya, Ruth, menerima bantuan dari Dompet Dhuafa Singgalang untuk tambahan biaya hidup dan perawatan bayinya, Rabu (12/7/2017). (istimewa)

VALORAnews -Bayi kembar tiga hasil persalinan ibu muda asal Medan, dibantu Dompet Dhuafa. Penyaluran bantuan dilangsungkan, setelah Dompet Dhuafa mendapatkan laporan informasi via facebook.

Relawan Dompet Dhuafa Singgalang, menceritakan tentang kondisi seorang ibu muda yang diduga ditelantarkan suami dan tanpa keluarga, melahirkan bayi kembar tiganya, Jumat (23/6/2017) lalu di RSUD Sungai Dareh.

Tata usaha RSUD Sungai Dareh, Gesman mengatakan, si ibu bayi itu hanya diantar oleh teman tanpa didampingi suaminya. Ibu ini terpaksa menginap di RS, karena tak memiliki biaya pasca persalinan. Ruth Katawariana (18) namanya.


Ia telah ditemui oleh tim Dompet Dhuafa Singgalang yang dikoordinir oleh Cendra Fauzi, di ruangan perawatan kebidanan dan anak RSUD Sungai Dareh, Rabu (12/7/2017). Bayi kembar tiga yang ia lahirkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Sebab selain ditinggal suami, juga tak ada sanak keluarga Ruth di Sumbar.

Bobot bayinya masing-masing hanya 1,2 kg, dengan metode persalinan caesar. Untuk itu memerlukan perawatan khusus dalam inkubator dan pemberian nutrisi melalui infus. Apadaya, Ruth tak memiliki biaya. Ia pun sebatang kara di Dharmasraya. Baru empat bulan merantau dan bertempat tinggal di Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, mengikuti suaminya kala itu.

Menanggapi hal ini, alhamdulillah, masyarakat setempat bahu membahu membantu Ruth. Pihak RSUD Sungai Dareh membantu dengan program Jampersal (Jaminan Persalinan) dan telah dilaporkan ke BAZ Dharmasraya dan Binjai.

Biaya sehari-harinya ditanggung oleh Dinas Sosial (Dinsos) Dharmasraya. Dan kabarnya, biaya kepulangan ia ke kampung halaman setelah selesai perawatan juga akan ditanggung oleh Dinsos tempat asalnya.

"Dompet Dhuafa telah menyalurkan bantuan senilai Rp1,5 juta, sebagai tambahan biaya perawatan, dan telah disalurkan. Bayi Ruth kini sudah dirawat di inkubator dan diberi nama Viona, Viony dan Viola. Biaya yang telah dihabiskan sampai saat ini, telah mencapai Rp17 juta," pungkas Cendra, setelah menyalurkan bantuan, Kamis (13/7/2017). (rls/kyo)

Komentar