MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-12-15 19:32 WIB

Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing

<p>Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing<p>

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, meminta kepada Pemerintah Nagari harus berinovasi kelola dana desa agar lebih maju dan memiliki daya...

JK Sebut Sumbar Mulai Kekurangan Ulama, Ini Tanggapan Mahyeldi

AI Mangindo Kayo | Senin, 17-07-2017 | 21:35 WIB | 212 klik | Nasional
<p>JK Sebut Sumbar Mulai Kekurangan Ulama, Ini Tanggapan Mahyeldi<p>

Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo menyambut kedatangan Wapres RI, HM Jusuf Kalla, saat kunjungan kerja ke Kota Padang, Sabtu (15/7/2017). (humas)

VALORAnews - Wakil Presiden, Jusuf Kalla menilai, Sumatera Barat dulunya merupakan gudangnya ulama. Masjid-masjid di Jakarta pada umumnya diisi oleh ulama asal Sumatera Barat.

Seiring perkembangan zaman, kondisi itu telah berubah. Menurut JK saat berkunjung ke Padang, Sabtu (15/7/2017), Sumatera Barat telah mulai kekurangan ulama. Menurutnya, dulu dari 10 ulama yang ada, delapan di antaranya berasal dari Sumatera Barat. Tetapi kini tidak lagi, justru banyak berasal dari daerah lain.

Apa yang disampaikan Jusuf Kalla mendapat tanggapan dari warga Sumatera Barat. Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo yang juga seorang buya ini menyebut, apa yang disampaikan Jusuf Kalla mesti disadari oleh seluruh masyarakat Sumatera Barat.


"Ini harus kita sadari," kata Mahyeldi, Sabtu itu.

Hemat Mahyeldi, agar pamor Sumatera Barat sebagai gudang ulama tetap terjaga, perlu adanya perhatian sejumlah pihak. Terutama dengan mendorong generasi muda untuk terus memperdalam ilmu agama. "Termasuk mendorong sekolah-sekolah maupun pesantren," ucapnya.

Mahyeldi menilai, Sumatera Barat mesti serius dalam menyelamatkan generasi muda saat ini. Seluruh guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus peduli dengan generasi muda. "Seperti memproteksi generasi muda dari hal yang merusak," papar Mahyeldi.

Upaya ini telah dilakukan Pemerintah Kota Padang sejak jauh-jauh hari. Pelaksanaan Pesantren Ramadan terus digalakkan. Sehingga kenakalan remaja dapat terus menurun.

"Berdasarkan data kepolisian, dengan adanya Pesantren Ramadhan, tawuran hilang," sebut Mahyeldi. (rls/vri)

Warga Agar Tetap Jaga Kebersihan

HUMAS PADANG -- Kebersihan sebagian dari iman. Jika Kota Padang bersih, warga akan sehat. Karena itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengimbau kepada warganya untuk tetap menjaga kebersihan.

"Kita selalu ingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujar Mahyeldi kemarin.

Walikota melihat, masih ada segelintir warga yang kurang begitu peduli dengan kebersihan. Dalam pantauan Walikota, masih terlihat sampah. Melihat kondisi itu, Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus mengingatkan warga dan mengawasi.

"Kebersihan sangat berkaitan dengan pariwisata. Jika kota kotor, tentu tak ada yang ingin datang," sebut Mahyeldi.

Sisi lain, Walikota melihat masih terlihat titik macet di Kota Padang. Menurut Mahyeldi, macet tidak saja terjadi pada hari biasa. Akan tetapi juga pada waktu akhir pekan.

"Setiap Sabtu dan Minggu sering juga macet," ungkap Walikota.

Mahyeldi mengatakan, salah satu penyumbang macet karena semakin banyaknya kendaraan dan belum bertambahnya jalur alternatif. Apalagi, usai lebaran lalu banyak perantau yang meninggalkan kendaraannya di Padang.

"Kebiasaan perantau kalau pulang kampung biasanya membawa mobil. Setelah itu mobil dijual di Padang. Setelah mobil terjual, perantau balik ke Jakarta menggunakan pesawat," hematnya.

Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Padang untuk menyiasati kondisi ini dengan merancang pelebaran jalan agar macet terurai. Seperti jalur di depan RSUP M. Djamil hingga ke arah Siteba. Termasuk jalur lain penyumbang kemacetan.(Charlie)

[19.41, 17/7/2017] Valora Diki Kentung: VALORA news - Usai disuruh ke sekolah oleh ibunya, seorang pelajar kelas 1 pada salah satu SMA di Solok Selatan, Sumatera Barat ditemukan tak bernyawa diruang tamu rumahnya di Jorong Mudiak Lolo, Nagari Sako Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu Senin, (17/7/2017) sekitar pukul 08.15 WIB. Kuat dugaan korban tewas akibat gantung diri, karena saat ditemukan dengan tali masih melilit dilehernya.

Dari informasi yang dirangkum, remaja laki-laki berusia 15 tahun dengan inisial "MI" ini ditemukan langsung oleh ibunya "E" yang saat itu masuk ke dalam rumah dan melihat anaknya telah terduduk lemas dengan tali masih melekat di lehernya, dan di paku loteng rumah yang berada persis di atasnya juga ada tali yang putus sama persis yang ada di leher korban.

Ibunya masuk ke dalam sesaat, usai menyuruh anaknya untuk berangkat ke sekolah. Dimana sebelumnya, ibunya menyuruh berangkat sekolah di teras rumah. Kerena, sejak dimulainya sekolah sejak libur lebaran korban belum masuk sekolah.

Dikarenakan, korban sudah terlambat untuk berangkat sekolah pagi itu, sehingga di suruh untuk segera pergi ke sekolah, namun saat itu dia sedang asyik bermain handphone. Melihat ini ibunya lalu menyita handpnone di tangan korban dan menyuruh segera pergi ke sekolah.

Usai mengambil diambil handphone miliknya didepan rumah, korban lalu masuk ke dalam rumah, dan tak kunjung keluar dari rumah untuk berangkat sekolah. Melihat hal tersebut ibu korban langsung masuk dan menemukan korban sudah terikat tali di leher dan terduduk terkulai lemas.

Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Agustinus Pigay, membenarkan ada pelajar yang tewas gatung diri ,saat ini masih dalam penyelidikan apa penyebab korban gantung diri.

Dimana, lanjutnya, kejadian ini diketahui oleh ibunya yang masuk kedalam rumah, sesaat mendapati anak terduduk dengan kepala terkulai, sontak membuat ibu korban histeris dan langsung beteriak.

"Ibu korban berteriak histeris sehingga terdengar oleh ayah korban "WD" (46). Kemudian, yah korban membuka tali dan langsung membawa korban ke Puskesmas Muaro Labuah yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.

Menurutnya, pagi itu, ibu korban menyuruh anaknya untuk berangkat sekolah, dimana sejak tahun ajaran baru sekolah anaknya belum masuk sekolah, padahal semuanya telah dilengkapi.

"Dari laporan yang diterima, korban yang tercatat di salah satu SMAN di Solsel ini belum pernah masuk sekolah," jelasnya.

Saat diperiksa di Puskesmas, sekitar pukul 08.45 Wib, oleh dokter jaga di Puskemas menyatakan korban sudah tak bernyawa lagi.

Dikatakan, diduga korban gantung diri dengan seutas tali plastik yang di ikatkan ke leher korban dan digantungkan ke paku di loteng rumahnya. Saat kejadian tali terputus, sehingha korban terduduk di lantai.

"Saat ini petugas kami, sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mendalami apa penyebab korban gantung diri," jelasnya. (dky)

[19.42, 17/7/2017]Valora Diki Kentung:Teks foto : Personel Polsek Sungai Pagu menunjukan lokasi korban gantung diri diruang tamu rumahnya.

Komentar