MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2017-08-22 20:32 WIB

Izin Usaha Pengusaha Kecil Masih Minim

<p>Izin Usaha Pengusaha Kecil Masih Minim<p>

VALORAnews - Pemerintah Kota Padang berupaya mendorong seluruh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada agar segera mengurus Izin Usaha Mikro Kecil...

Rumah Dokter Banyak Mentereng, Praktek di Garasi, Asman Abnur: Kasihan Pasien

AI Mangindo Kayo | Rabu, 02-08-2017 | 11:34 WIB | 268 klik | Nasional
<p>Rumah Dokter Banyak Mentereng, Praktek di Garasi, Asman Abnur: Kasihan Pasien<p>

Ketua DPP IKA Unand, Asman Abnur saat jadi keynote speaker pada Simposium Kesehatan Development of Entrepreneurship Dokter yang jadi rangkaian acara Reuni Akbar dan Silaturrahim Nasional Ikatan Alumni Unand Padang yang digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (29/7/2017). (humas)

VALORAnews - Kenapa orang Padang suka berobat ke Malaysia apa benar dokternya lebih hebat ketimbang dokter tamatan Fakultas Kedokteran Unand. Menurut Asman Abnur, Ketua Umum dan Menteri PAN RB, hal itu ternyata tidak disebabkan faktor itu.

"Masa kehebatan dokter alumni Unand kalah dari Malaysia yang dulu belajarnya ke Sumbar, saya tanya ke orang yang berobat ternyata soal pelayanan dan fasilitas saja," ujar Asman saat jadi pembicara pada Simposium Kesehatan Development of Entrepreneurship Dokter yang jadi rangkaian acara Reuni Akbar dan Silaturrahim Nasional Ikatan Alumni Unand Padang di Pekanbaru, Riau, Sabtu (29/7/2017).

Dikatakan Asman, untuk menghadapi persaingan di bisnis kesehatan ini, dokter perlu mengupgrading servicesnya. Jangan lagi buka praktek di garasi mobil. "Itukan sumber income, masak rumah mentereng praktek dokternya di garasi mobil, Kasihan pasiennya pak," ujar Asman.


Selain itu, kata Asman, dokter juga harus pahami kemajuan teknologi digital. Jangan sampai kalah dokter dalam memanfaatkan kemudahan teknologi berbasis internet saat ini.

"Saya bisa pesan kelapa muda di Grand Indonesia, hanya memanfaatkan teknologi digital ini. Cuma 20 menit lewat Go Food, sampai pesanan saya. Masak dokter kalah, melayani pasien mendaftar berobat harus pakai cara konvensional. Mestinya sudah gunakan aplikasi, si pasien mau berobat tinggal pesan lewat aplikasi praktek dokter," saran Asman.

Selain itu, dokter juga harus konsisten. Kalau jadi dokter ahli di rumah sakit pemerintah, jangan banyak buka praktek di rumah sakit swasta.

"Ingat, tugas dokter yang mulia itu, membantu pasien sehat. Tidak ada batasannya harus yang kaya. Untuk pelayanan kesehatan, semua warga negara sama perlakuannya, kalau banyak dinas di rumah sakit swasta, kapan masyarakat miskin diperiksa dokter ahli," ujarnya.

Asman sangat merespek simposium bertemakan entrepreneurship yang dilaksanakan oleh DPD IKA Unand Riau dalam rangka Reuni Akbar dan Silaturrahim Nasional Alumni Unand di Pekanbaru ini.

"Karena Ketua IKA Riau seorang dokter, maka kegiatan di Riau pasti harus dekat dekat dengan kesehatan seperti simposium hari ini. Sebelumnya di Batam, itu karena ketuanya bisnisman maka seminarnya bertajuk ekonomi bisnis," ungkap Asman.

"Tapi, semua itu bagus saja. Berarti, kegiatan IKA Unand itu beragam dan banyak manfaatnya bagi kita semua," terang dia. (rls/vri)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker