MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2017-10-22 19:56 WIB

Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi

<p>Personel Kodim Agam Ungkap Penyelewengan DO Pupuk Bersubsidi<p>

VALORAnews - Personel Kodim 0304/Agam mengamankan satu unit truk bermuatan 20 ton pupuk bersubsidi di Pasar Lasi, Nagari Lasi, Kecamatan Candung,...

Kamerad Desak Mahyeldi Mencopot Endrizal

AI Mangindo Kayo | Selasa, 08-08-2017 | 11:25 WIB | 109 klik | Kota Padang
<p>Kamerad Desak Mahyeldi Mencopot Endrizal<p>

Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Kamerad, melakukan aksi damai ke rumah dinas walikota Padang di Jl A Yani. Mereka menuntut walikota memanggil Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal terkait sikapnya yang tak pantas ke pedagang di Pasar Raya Padang. (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokras (Kamerad), lakukan aksi damai di kediaman Walikota Padang, di Jl A Yani, Selasa (8/8/2017). Mereka menuntut Walikota Padang, segera mengambil tindakan terhadap Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal yang dianggap bersikap arogan.

"Kita menuntut Walikota Padang, segera memanggil kalau perlu mencopot Endrizal sebagai kepala dinas.Tidak sepantasnya, seorang pejabat yang seharusnya mengayomi malah memperlakukan rakyat seperti itu," ujar Koordinator Aksi, Akmal Usman dalam orasinya.

Sementara, Gerry Fernando, salah seorang mahasiswa mengatakan, walau sudah ada ada perdamaian antara pedagang dan Kadis, hendaknya walikota tetap memanggil Kadis tersebut untuk diberikan teguran.


"Kami baru hari ini turun, karena kami menunggu tindakan walikota. Tapi, sampai hari ini Kadis tersebut tidak pernah dipanggil. Walau sudah berdamai, walikota hendaknya tetap memanggil anak buahnya tersebut, agar kedepannya tidak ada lagi pejabat di Padang ini yang arogan dan semena-mena terhadap rakyat kecil," tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan beredarnya video Kadis Perdagangan yang marah-marah dan melemparkan dagangan milik pedagang, yang berjualan di badan jalan dan menghambat kendaraan sang Kadis.

Dalam kesempatan ini, Kamerad mengultimatum walikota dalam tempo 3x24 jam, agar merespon aksi tersebut.

"Kami menuntut keseriusan walikota dalam membenahi jajarannya, Ini bisa merusak citra walikota. Bagaimana mungkin, walikota yang cinta perdamaian dan musyawarah, tapi jajaran dibawahnya bertindak seperti itu," ujar Akmal.

Setelah berorasi mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (vri)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker