MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-12-15 19:32 WIB

Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing

<p>Porsi Dana Desa Makin Besar, Abdul Rahman: Ayo Tingkatkan Daya Saing<p>

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, meminta kepada Pemerintah Nagari harus berinovasi kelola dana desa agar lebih maju dan memiliki daya...

JAPFA Foundation Kembangkan Platform Kewirausahaan Sosial di Padang

AI Mangindo Kayo | Jumat, 11-08-2017 | 10:33 WIB | 283 klik | Nasional
<p>JAPFA Foundation Kembangkan Platform Kewirausahaan Sosial di Padang<p>

Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo (kiri), bersama para pembicara FGD yang digelar disebuah hotel di Padang, akhir pekan lalu. (istimewa)

VALORAnews - Penguatan ketahanan kewirausahaan sosial sangat penting dilakukan. Ini berkaitan langsung dalam kemajuan pendidikan agrikultur dan pemenuhan kecukupan nutrisi.

Hal tersebut disampaikan Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Padang, 4 Agustus 2017 lalu.

FGD ini melibatkan beberapa pembicara, yakni Prof Helmi yang merupakan akademisi dari Universitas Andalas; Dr Melinda Wilma (Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Padang), Musfi Yendra (Ketua Daya Mart Singgalang), Dodi Mardianto (Ketua Umum Peduli Nagari) serta Andi Prasetyo (Head of JAPFA Foundation).


Para pembicara melakukan presentasi seputar informasi seputar masyarakat kota Padang dan pengalaman yang terkait dengan kewirausahaan sosial yang telah mereka jalani. Tujuan dari FGD, kata Andi, mengumpulkan para pemangku kepentingan dari para pemerhati kewirausahaan sosial lokal, kalangan akademisi dan dinas setempat, untuk menggali ide dan gagasan pengembangan platform kewirausahaan sosial di bidang gizi dan pendidikan agrikultur.

Sebagai sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang sosial kewirausahaan, ungkap Andi, JAPFA Foundation memiliki visi untuk berperan membangun pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia dengan memaksimalkan potensi-potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Salah satu bentuk kepedulian JAPFA Foundation ditunjukkan melalui pengembangan dunia usaha dan industri unggas yang diharapkan dapat berkontribusi dalam kemajuan pendidikan agrikultur dan peningkatan gizi masyarakat.

"JAPFA Foundation melihat pentingnya bidang penguatan ketahanan kewirausahaan sosial sebagai hal yang berkaitan langsung dalam kemajuan pendidikan agrikultur dan pemenuhan kecukupan nutrisi. Melalui FGD ini, kami berharap dapat mengumpulkan ide dan gagasan agar dapat terciptanya sebuah platform kewirausahaan di wilayah Padang, terutama dalam bidang gizi dan pendidikan agrikultur," paparnya.

Selain menggelar FGD, Duta JAPFA Foundation, Maria Harfanti mengedukasi sekitar 50 siswi kelas 5 dan 6 SDN 06 Pasir Jambak dan SDN 05 Batang Anai, tentang pentingnya gizi bagi masa depan mereka. Melalui talkshow bertajuk "Mewujudkan Gizi Seimbang," Maria Harfanti, mendorong segenap pemangku kepentingan, baik dari bidang sains/akademis, sosial-ekonomi dan industri kreatif, agar turun tangan dalam berbagai macam problematika gizi di Indonesia.

Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dapat didukung dengan lingkungan masyarakat yang juga sehat dan bersih. Salah satunya dapat dilihat penerapan pola gizi seimbang masyarakat di lingkungan tersebut.

"Keadaan gizi yang baik dapat mempengaruhi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas pada seluruh kelompok umur. Salah satu yang mempengaruhi keadaan gizi adalah perilaku pola makan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingka kesehatan individu dan masyarakat," ujar Andi Prasetyo.

Guna mencegah masalah kesehatan tersebut, JAPFA Foundation melihat pentingnya sosialisasi PHBS di sekolah dan pola hidup gizi seimbang pada masyarakat yang bisa dijadikan pedoman makan, beraktivitas fisik, dan hidup bersih.

JAPFA Foundation menerapkan prinsip Investasi Sosial dimana setiap program yang akan dilakukan harus direncanakan, diukur, dilaksanakan, dan diawasi sebagai layaknya suatu kegiatan usaha untuk memberikan hasil nyata berupa kemajuan sosial-ekonomi yang diukur melalui berbagai perbaikan, kemajuan, peningkatan mutu di bidang Pendidikan, Gizi dan Kualitas Hidup Kaum Muda; agar mereka mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki, untuk kemudian bangkit berprestasi, memajukan keluarga mereka dan akhirnya meningkatkan kualitas masyarakat dimana mereka tinggal. (rls/vri)

Komentar