MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2017-11-23 22:44 WIB

Layanan Non Tunai Perbankan, Faldo: Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Masyarakat

<p>Layanan Non Tunai Perbankan, Faldo: Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Masyarakat<p>

VALORAnews - Kemajuan teknologi sudah masuk level tidak bisa lagi dihalang-halangi. Masyarakat akan mengikuti kemajuan tersebut, karena dirasakan...

500 Rumah Terendam Banjir di Komplek Kasai Permai

AI Mangindo Kayo | Senin, 21-08-2017 | 23:07 WIB | 175 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>500 Rumah Terendam Banjir di Komplek Kasai Permai<p>

Majelis guru dan siswa SMAN 2 Batang Anai, terpaksa menembus genangan air yang melanda sekolah mereka, akibat hujan lebat yang turun sejak Senin (21/8/2017) sore. (istimewa)

VALORAnews -- Hujan lebat yang mengguyur Padangpariaman dan sekitarnya, Senin (21/8/2017), menyebabkan sedikitnya 500 rumah di Perumahan Kasai Permai, kecamatan Batang Anai, Padangpariaman terendam banjir. Selain itu, juga terjadi pohon tumbang di Korong Simpang Empat, Nagari Sintuak, kecamatan Sintuk Toboh Gadang.

"Prakirawan BMKG Padangpariaman pukul 19.30 WIB melansir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, masih berpotensi terjadi di wilayah Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Sijunjung dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 22.30 WIB," ungkap Koordinator BMKG se-Sumbar, Rahmat Triyono, beberapa saat lalu.

Dengan adanya perkiraan hujan ini, Rahmat mengharapkan stake holder bidang kebencanaan, tetap siap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.


Data yang dihimpun, pohon tumbang ini menimpa rumah milik Nurlela (45). Tidak ada korban jiwa dari kejadian pohon tumbang ini, namun korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.

Sementara, banjir di Perumahan Kasai Permai ini, merendam 500 rumah warga terdiri dari 200 KK (5 orang ibu hamil dan 15 orang lansia). Banjir juga menggenangi tiga buah bangunan sarana pendidikan (1 SMA, 1 SMP dan 1 SD) serta 1 buah rumah ibadah.

Luapan air setinggi 100-200 centimeter itu, juga merendam seluas10 hektar area pertanian dan kolam/tambak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai angka Rp100 juta.

Informasi TRC PB BPBD Padangpariaman, anak-anak sekolah dan warga setempat, tela dievakuasi ke ketempat aman. Pada sore hari, sekitar pukul 17.30 WIB air sudah surut dan warga sudah kembali kerumah masing-masing. (kyo)

Komentar

Berita Kab. Padang Pariaman