MITRA VALORA NEWS

Ansor Padangpariaman Takziah ke Rumah Korban Gempa Dinihari 1 September 2017

AI Mangindo Kayo | Minggu, 03-09-2017 | 16:27 WIB | 388 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Ansor Padangpariaman Takziah ke Rumah Korban Gempa Dinihari 1 September 2017<p>

Pengurus Ansor Padangpariaman, bertakziah ke rumah almarhumah Nerfi, korban gempa 1 September 2017 di Korong Kampung Surau, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (2/9/2017). (istimewa)

VALORAnews - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman, datangi keluarga korban gempa yang terjadi Jumat (1/9/2017) dinihari, di Korong Kampung Surau, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padangpariaman. Korban mahasiswa STIE Sumbar semester 3 bernama Nerfi Dewi Yanti (21).

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman, Zeki Aliwardana yang datang Sabtu (2/9/2017) ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban. "Ansor Padangpariaman turut berduka dengan peristiwa yang menimpa Nerfi," kata Zeki yang didampingi Sekretarisnya Alva Anwar dan pengurus lainnya.

Laporan dari Kasatkorcab Banser Ansor Padangpariaman, Muhammad Zulfadly yang disampaikan pihak keluarga, korban Nerfi (21) meninggal dunia usai gempa terjadi.


Sebagaimana dirasakan masyarakat di Padangpariaman, Jumat (1/9/2017) pukul 00:06:54 WIB terjadi gempa yang berpusat di Lintang Selatan 99.66 bujur timur di kedalaman 10 km. Ketika gempa terjadi, Nerfi berusaha membuka pintu rumahnya untuk menyelamatkan diri.

Malang baginya, saat lari melewati pintu, lehernya terkena gagang pembuka pintu yang berakibat cukup fatal. Beberapa menit kemudian, Nerfi langsung meninggal dunia. Korban tidak sempat mendapatkan perawatan medis.

Korban Nerfi merupakan keponakan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, anak dari M Nur dan Surniyati. Dari empat orang anak M Nur dan Surniyati, tiga di antaranya meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, kecelakaan. Termasuk Nerfi.

Menurut Zeki Aliwardana, peristiwa ini terjadi salah satu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana cara berperilaku saat bencana, khususnya gempa yang sering melanda wilayah Kabupaten Padangpariaman.

"Kejadian ini dipicu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa sedang berlangsung," kata Walinagari Lurah Ampalu, Syofyan menambahkan.

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman, Zeki Aliwardana bersama orang tua korban, M Nur dan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, Sabtu (2/9/2017), di rumah duka. (istimewa)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar