MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2017-10-19 00:42 WIB

Empat Daerah Terindikasi Lakukan Pelanggaran, Irwan: Kita Layangkan Teguran

<p>Empat Daerah Terindikasi Lakukan Pelanggaran, Irwan: Kita Layangkan Teguran<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, akan menindaklanjuti paparan Asisten Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Komisi...

Empat Perantau Prakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017 di Bandung

AI Mangindo Kayo | Selasa, 26-09-2017 | 23:57 WIB | 178 klik | Nasional
<p>Empat Perantau Prakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017 di Bandung<p>

Jenni Murlita, Dia Anggraini, Celi Parlina, dan Andika Cendikia, para pemrakarsa FKM 2017 di Bandung. (istimewa)

VALORAnews - Puncak kemeriahan Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari 21 September hingga 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall - Bandung, dengan penampilan Kesenian Irama Minang (KIM). Permainan KIM yang akan ditampilkan pada malam penutupan, Minggu 1 Oktober 2017 ini, dimulai dari pukul 20.00-22.00 WIB.

Festival ini diprakarsai Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist) dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasi muda asal Sumatera Barat yang tinggal di perantauan, yang ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada perantau dan masyarakat setempat, secara berketerusan.

"Sejauh manapun engkau merantau, darah Minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang," kata Dia Anggraini, yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia kepenulisan.


Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival ini nanti, siap untuk menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman, Sumatera Barat ini, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM.

Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini, juga dimeriahkan penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung ini diselerakan oleh wisata kuliner, 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh, dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau, dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari pukul 09.00-21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya, ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatera Barat yang tak kalah menerbitkan selera. Pada festival ini lidah kita bisa digiurkan oleh nikmatnya; martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang.

Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

"Nasi Padang itu, kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya," terang Dia Anggraini.

"Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri," tambah Dia Anggraini. (rls)

Komentar

situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker