MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-11-22 22:40 WIB

Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

<p>Padang Bentuk Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat<p>

VALORAnews - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Padang, membentuk Perlindungan...

Koperasi STF Amanah Penerima Terbanyak

KKP Bantu 15 Unit Kapal untuk Nelayan Mentawai

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 30-09-2017 | 10:53 WIB | 256 klik | Kab. Mentawai
<p>KKP Bantu 15 Unit Kapal untuk Nelayan Mentawai<p>

Pengawas Koperasi STF Amanah Mentawai, Musfi Yendra foto bersama dengan peserta pelatihan bagi nelayan tangkap yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Mentawai untuk nelayan yang akan mengoperasikan kapal itu, di Sikakap, Rabu (27/9/2017). (istimewa)

VALORAnews - Koperasi STF Amanah Mentawai, tahun anggaran 2017 ini dapat hibah 12 unit kapal senilai Rp5 miliar lebih, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Koperasi ini lahir dari program Social Trust Fund (STF) yang dilaksanakan Dompet Dhuafa pascatsunami 2010 di daerah Sikakap dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Setdakab Kepulauan Mentawai, Priadinata dalam Bimbingan Teknis Penangkapan dan Penanganan Pascapenangkapan Ikan, Rabu (27/9/2017) mengatakan, nelayan harus bersyukur mendapatkan program ini. Sebab, secara nasional hanya 20 lokasi yang ditetapkan sebagai penerima program.

"Dengan program ini, kita harapkan terjadi peningkatan skill nelayan, penambahan fasilitas dan akan berdampak terhadap kesejahteraan ekonomi nelayan," kata Priadinata saat pelatihan bagi nelayan tangkap yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Mentawai untuk nelayan yang akan mengoperasikan kapal itu, di Sikakap.


Program STF diinisiasi Dompet Dhuafa dan didanai dari CSR PT Trakindo. Program STF sendiri telah berjalan selama tiga tahun dengan pendampingan penuh oleh Dompet Dhuafa, berupa pemberian modal usaha bagi korban tsunami untuk memulai kembali usaha mereka.

Pada 2014, STF berbadan hukum koperasi, dinamai Koperasi STF Amanah Mentawai. Anggotanya terdiri dari nelayan di wilayah Sikakap hingga Pagai Selatan, Mentawai. Sejak berbadan hukum koperasi, aktivitasnya bukan hanya simpan pinjam, namun juga sebagai koperasi usaha. Di antara usaha Koperasi Amanah adalah jual beli elektronik, usaha rumah tangga dan pembinaan nelayan.

Walaupun baru, namun Koperasi STF Amanah Mentawai menjadi lembaga usaha yang besar dan berpengaruh di daerah tersebut. Anggotanya didominasi nelayan. Sehingga, Koperasi STF Amanah Mentawai terpilih menjadi salah satu penerima hibah kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan lokasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan. Ini sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) No 51 Tahun 2016 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Pulau-Pulau Kecil dan Kawasan Perbatasan yang telah ditetapkan pada 27 September 2016.

Dalam Kepmen tersebut, telah ditetapkan 20 lokasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan. Salah satunya adalah Kepulauan Mentawai tepatnya di Kecamatan Sikakap.

Di Sikakap sendiri terdapat dua koperasi yang mendapat hibah kapal dengan jumlah 15 unit. Sebanyak 12 unit di antaranya diserahkan ke Koperasi STF Amanah Mentawai yang dibentuk oleh Dompet Dhuafa. Saat ini semua kapal yang akan dihibahkan tersebut sedang proses pembuatan di Sikakap. Serah terima akan dilakukan pada Desember 2017 nanti dan mulai dioperasikan pada Januari 2018.

Sementara, Pengawas Koperasi STF Amanah Mentawai, Musfi Yendra yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, Dompet Dhuafa sebagai penggagas lahirnya koperasi tersebut, juga akan bertanggungjawab dalam membina nelayan agar bisa lebih baik dalam usahanya.

"Kami berterima kasih pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang telah memilih Koperasi Amanah sebagai penerima program. Ke depan kami juga akan mensupport program ini sesuai harapan dari kementerian," katanya. (rls)

Komentar