MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2017-12-13 15:32 WIB

OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna

<p>OPD Pemko Padang Dilatih Jitu Pasna<p>

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kerap kesulitan memetakan kebutuhan korban pascabencana. Kerap, membutuhkan...

Konservasi Harimau Sumatera, Agusman: TNKS Butuh Mitra

AI Mangindo Kayo | Jumat, 06-10-2017 | 11:56 WIB | 245 klik | Nasional

VALORAnews - Proyek Sumatran Tiger, menggelar pelatihan komunikasi dan advokasi guna mewujudkan generasi pelindung Harimau Sumatera, Kamis (5/10/2017) di Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Kegiatan ini diikuti sejumlah jurnalis, bagian humas pemerintahan, komunitas pecinta lingkungan, perwakilan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan perwakilan Global Environment Facility (GEF) di empat provinsi di Sumatera yakni Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Agusman saat pembukaan kegiatan mengatakan, pihaknya berterima kasih atas inisiatif Proyek Sumatran Tiger melaksanakan pelatihan komunikasi dan advokasi ini.


"TNKS sangat memerlukan bantuan para mitra untuk menggaungkan pentingnya konservasi Harimau Sumatera," ujarnya.

Hal ini disebabkan, kebutuhan akan lahan terus meningkat yang imbasnya beberapa tahun terakhir TNKS tertekan. Saat ini, TNKS seperti kehilangan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga hutan konservasi.

"Banyak yang menganggap TNKS tidak produktif dan sangat bagus untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan," katanya.

Padahal, fungsinya sangat banyak dan salah satunya tempat hidup berbagai ekosistem. "Saat ini, TNKS butuh mitra untuk menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya keberadaan TNKS untuk kehidupan," katanya.

Sementara, pakar lingkungan dan ahli Harimau Sumatera dari Universitas Andalas Padang, Dr Wilson Novarino menyampaikan, perkembangan terbaru kondisi spesies Harimau Sumatera. Untuk populasinya merupakan sebuah tantangan dalam upaya konservasi satwa dilindungi itu.

Secara khusus, Wilson juga mengupas manfaat pelestarian populasi Harimau Sumatera dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, harimau memiliki peran ekologis dan sosial.

"Ketika harimau musnah, akan musnah pula kebanggaan dan kebudayaannya," ujarnya.

Sebagai predator utama, harimau menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati dengan mengontrol populasi satwa yang menjadi mangsanya seperti babi hutan.

Jika tidak terkontrol, populasi babi hutan berpotensi merusak ekosistem dalam hutan terutama saat mereka membuat sarang.

"Harga kulit harimau tidak sebanding dengan nilai kerugian akibat kerusakan lingkungan dan bencana, saat populasi harimau berkurang," tuturnya.

Sementara itu, Communication and Reporting Specialist dari Project Management Unit (PMU) Sumatran Tiger, Jakarta, Hizbullah Arif memaparkan, strategi komunikasi dan advokasi pelestarian Harimau Sumatera.

Menurut Arief, semua pihak bisa saling berbagi peran dalam mengomunikasikan dan menggaungkan isu konservasi Harimau Sumatera. Arief kemudian memaparkan 10 strategi guna menciptakan berita yang positif yang memberikan solusi dan inspirasi kepada masyarakat.

Peran masing-masing pihak ini, dijabarkan dalam pelatihan advokasi yang bertujuan mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar mendukung upaya konservasi harimau sumatera, spesies yang menjadi simbol keseimbangan dan kesehatan ekosistem di pulau Sumatera. (rls)

Komentar