MITRA VALORA NEWS

Paramedis RSUD Painan Mogok Gara-gara Gaji

AI Mangindo Kayo | Kamis, 02-07-2015 | 18:00 WIB | 2718 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Paramedis RSUD Painan Mogok Gara-gara Gaji<p>

Sedikitnya, 78 perawat RSUD M Zain Painan yang didominasi kalangan perempuan, Kamis (2/7/2015) melakukan aksi demo di halaman rumah sakit. Mereka demo, karena tidak terima gaji dipotong manajemen rumah sakit. (Lelek/valoranews)

VALORAnews -- Sedikitnya, 78 perawat RSUD M Zain Painan yang didominasi kalangan perempuan, Kamis (2/7/2015) melakukan aksi demo di halaman rumah sakit. Mereka demo, karena tidak terima gaji dipotong manajemen rumah sakit.

Dalam aksi yang digelar sekitar pukul 08.00 WIB itu, ada beberapa tuntutan yang disampaikan. Seperti, permintaan tentang masalah medis yang dirasa tidak ada kewajaran dalam pembagian jaminan medis, kembali pada pola, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sistem remunerasi dan lainnya.

Dengan memakai baju dinas, puluhaan perawat meminta pimpinan RSUD M Zainan Painan, untuk mengembalikan kebijakan baru kepada pola lama yang direvisi (jasa pelayanan), turunkan jasa dokter spesialis dan meminta pergantian pejabat rumah sakit.


Para perawat itu menyebut, aksi ini merupakan bentuk penolakan atas kebijakan sepihak diberikan jajaran direksi rumah sakit kepada mereka. Salah seorang perawat yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan, gaji/honor mereka belum juga dibayarkan sejak Januari 2015.

"Diinfokan, kalau gaji yang biasanya diterima diangka maksimal Rp4 juta per bulan (plus lembur), justru akan dibayar Rp1 juta per bulan. Tak cuma itu, kebijakan sepihak direksi rumah sakit juga dirasakan merugikan perawat," terangnya. (Baca: Busril: Tuntutan Perawat Akan Dimusyawarahkan)

Pascamogok kerja, aktivitas RSUD M Zein Painan, terlihat lumpuh sepanjang Kamis (2/7/2015) pagi. Pantauan di lapangan, beberapa bangsal yang biasanya terlihat diramaikan perawat dan keluarga pasien, justru sepi. Bahkan, beberapa ruang bangsal di kunci.

"Perawat gak ada yang masuk melakukan check pasien sejak pagi. Mereka justru terlihat berdemo di halaman rumah sakit," kata Uyun, seorang keluarga pasien di bangsal bedah.

Hal senada dikatakan, Jumon (40), pria muda asal Indrapura, Kecamatan Pancung Soal. "Aneh, para perawat biasanya pagi sudah masuk ke kamar bangsal. Tapi, kali ini sudah pukul 09.00 WIB, tak satu pun yang muncul," katanya.

Kondisi ini, terang Jumon, jelas mencemaskan keluarga pasien. Sebab, keberadaan perawat sangat dibutuhkan. "Kalau mereka tak masuk kerja, bagaimana dengan keluarga kami yang sakit," katanya. (lek)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pesisir Selatan