MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2017-12-16 18:53 WIB

Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES

<p>Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menghadiri peluncuran Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu melalui Gerakan Nagari Elok...

Lima Perusahaan Australia Berselera Investasi di Sumbar

AI Mangindo Kayo | Senin, 16-10-2017 | 19:17 WIB | 212 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Lima Perusahaan Australia Berselera Investasi di Sumbar<p>

Sejumlah perwakilan investor dari Australia, foto bersama dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi usai penandatangan LoI di sela-sela kegiatan Regional Invesment Forum (RIF) di Padang, Senin (16/10/2017). (humas)

VALORAnews -Lima perusahaan Australia, nyatakan komitmen untuk berinvestasi di Sumatera Barat (Sumbar) di sektor pariwisata, infrastruktur hingga pelatihan kerja. Komitmen itu ditandai dengan penandatangan Letter of Intens (LoI) di sela-sela kegiatan Regional Invesment Forum (RIF) di Padang, Senin (16/10/2017).

"Ini merupakan langkah bagus, dijadikan Padang sebagai tuan rumah RIF kali ini. Hari pertama dapat merangkul lima perusahaan Australia untuk mengencangkan komitmen menanamkan modalnya di Sumbar," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi.

Lima perusahaan yang berkomitmen berinvestasi di Sumbar itu, terangnya, Marine Del Ray yang bergerak di sektor pariwisata, Estern Cost Trading yang bergerak dalam ekspor impor produk kuliner. Kemudian, Vetea yang bergerak di sektor pelatihan dan penempatan tenaga kerja.


Selanjutnya, Weignbridgelawyers yang bergerak di bidang infrastruktur dan Study Abroad Migration yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata ramah lingkungan.

Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Sydney, Dicky D Soerjanatamihardja menyebutkan, perusahaan yang menandatangani LoI tersebut, sudah berpengalaman dalam investasi di Indonesia. Oleh karena itu, terang ddia, para investor itu berharap, peluang yang ditawarkan memang yang sudah jadi.

"Kita yakin LoI yang ditandatanggani akan berujung pada kerjasama antar dua belah pihak nantinya," katanya.

Sementara, Director Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney, Sri Moertiningroem menyebutkan, LoI ini merupakan cara untuk membuka peluang investor untuk berinvestasi di Sumbar.

Karena, ini merupakan penjajakan pertama sebelum adanya kerjasama lebih intens lagi, seperti MoU atau kontrak. Sehingga, adanya RIF ini dapat merangkul lebih banyak investor untuk berinvestasi di Sumbar. Dikarenakan potensi yang ditawarkan Sumbar sangat banyak.

"Kami akan usahakan dari LoI segera terealisasi nanti ke MoU ataupun kontrak kerjasama yang lebih intens untuk perkembangan potensi yang ada di Sumbar," ulasnya.

Dikesempatan itu, Solicitor Director Weighbridge Lawyers, Trilaksono Soeryoatmodjo menyebutkan, perusahaannya ingin berinvestasi di daerah untuk pembangunan infrastruktur dan akan menegosiasikan lebih lanjut dengan pemerintah di daerah.

Hal senada dikatakan General Manager Study Abroad dan Migration, Lika S. Dia menyatakan keinginan kerjasama dengan pemerintah daerah berupa pengembangan karir masyarakat lokal terutama siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Australia, dengan menjembatani pendidikannya sembari bekerja di negari Kangguru itu.

"Selain dapatkan ilmu, mereka juga akan bekerja di sana, sehingga kita akan menjajaki kerjasama lebih intens untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sekembalinya mereka ke Indonesia, lebih siap dalam bekerja," pungkasnya. (rls/kyo)

Komentar

Berita Bisnis

Berita Provinsi Sumatera Barat