MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2017-11-24 18:02 WIB

Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia

<p>Penerbit Buku Rumahkayu Rilis Literatur Indonesia<p>

VALORAnews - Penerbit Buku Rumahkayu, merilis Literatur Indonesia (LINI), Kamis (23/11/2017) di Gubuk Coffee, Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk,...

Mahyeldi Paparkan Strategi TPB Terkait Sanitasi di Yogyakarta

AI Mangindo Kayo | Rabu, 18-10-2017 | 22:05 WIB | 165 klik | Kota Padang
<p>Mahyeldi Paparkan Strategi TPB Terkait Sanitasi di Yogyakarta<p>

Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo memberikan testimoni pada workshop yang diinisiasi Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Yogyakarta, Selasa (17/10/2017). (humas)

VALORAnews - Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo didapuk jadi narasumber untuk memaparkan kebijakan dan strategi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di bidang Cipta Karya. Pemaparan itu disampaikan Mahyeldi dalam workshop yang diinisiasi Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Yogyakarta, Selasa (17/10/2017).

Pada kegiatan yang diikuti utusan dari seluruh provinsi ini, Mahyeldi membeberkan langkah kebijakan yang dilakukannya di Kota Padang. Terutama terkait penanganan masalah sanitasi dan kebersihan lingkungan.

"Banyak yang telah dilakukan di Kota Padang terkait sanitasi. Ada Gerakan Kecamatan Bersih atau Gerkasih, juga penerapan Perda penanggulangan sampah, revitalisasi drainase serta memksimalkan penyaluran air bersih," kata Mahyeldi saat diwawancarai.


Pencapaian untuk kebutuhan air bersih di Kota Padang, dikatakan Mahyeldi, sudah lebih dari 90 persen. Sedangkan untuk penanganan sampah, Pemko Padang melibatkan ratusan relawan yang bekerjasama dengan petugas serta aksi-aksi pungut sampah oleh komunitas-oleh komunitas. Secara bersama-sama membangun kebersamaan dan saling koordinasi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih.

"Koordinasi dan kebersamaan yang dibangun dalam menciptakan lingkungan bersih ini mengantarkan Kota Padang kembali meraih Adipura," ungkap Mahyeldi.

Di sisi lain, untuk penataan perumahan dilakukan rehab rumah yang didanai banyak pihak di antaranya Baznas, bantuan dari kementerian, serta pihak ketiga. "Pembangunan rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu adalah bagian perbaikan sanitasi lingkungan yang dilakukan melalui Baznas dan bantuan pihak ketiga," katanya.

Mahyeldi menambahkan, masalah sanitasi dilakukan bersama dengan melibatkan masyarakat. Pemko Padang memiliki banyak kesempatan berkomunikasi dengan masyatakat melalui kegiatan setiap Jumat yang disebut Jumling. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mendenharkan keluhan, masukan sekaligus kritikan warga terkait masalah-masalah lingkungan.

"Kita punya banyak kesempatan berkomunikasi dan berdialog dengan masyarakat. Kesempatan ini kita menerima masukan sekaligus kritikan yang disampaikan warga yang umumnya berkaitan dengan sanitasi. Baik tentang jalan, drainase, maupun terkait pelayanan air bersih," tukas Mahyeldi. (rls/vri)

Komentar