MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2017-12-16 18:53 WIB

Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES

<p>Gubernur Sumbar Luncurkan Gerakan NES<p>

VALORAnews -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menghadiri peluncuran Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu melalui Gerakan Nagari Elok...

Solsel Ujicoba Alat Deteksi Dini Gerakan Tanah

AI Mangindo Kayo | Kamis, 19-10-2017 | 18:39 WIB | 190 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Ujicoba Alat Deteksi Dini Gerakan Tanah<p>

Asisiten III Administrasi Umum Setkab Solok Selatan, Yul Amri tengah mendengarkan fungsi dan sistim kerja alat pendeteksi dini longsor di Posko BPBD yang diresmikan, Kamis (19/10/2017). (humas)

VALORAnews - Ratusan masyarakat Jorong Liki Atas, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir, berhamburan menyelamatkan diri setelah sirene dari Alat Sirene Deteksi Dini berbunyi dengan kerasnya, Pada simulasi kesiapsiagaan bencana serta peresmian pemakaian alat tersebut di Liki Atas, Sangir, Kamis, (19/10/17).

Alat yang dikenal dengan istilah Land Slide Early Warning System (LEWS) ini diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Solok Selatan, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, DR Yul Amri dan sekaligus membuka secara resmi Simulasi penanggulangan bencana tanah longsor yang diikuti ratusan relawan dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Yul Amri mengatakan bahwa setiap saat masyarakat harus selalu meningkatkat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang akan menimpa


"Yang paling penting dari kegiatan simulasi ini adalah, kita meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bencana yang mungkin saja terjadi, baik kewaspadaan bagi kita yang tinggal di lereng-lereng bukit, daerah aliran sungai, atau tempat lain yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba," ujar Yul Amri

Yul Amri juga berpesan agar masyarakat dan juga pihak-pihak terkait nantinya agar menjaga keberadaan alat tersebut.

"Alat ini kita miliki berkat bantuan yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui permohonan yang kita ajukan. Tugas kita untuk menjaga alat ini untuk kemaslahatan kita semua," pesan Yul Amri

Kepada para relawan yang mengikuti simulasi tersebut, Asisten Adminstrasi Umum juga berharap agar tetap siap siaga dan bergandeng tangan dalam usaha-usaha pencegahan dan juga penanggulangan bencana.

"Jadilah pahlawan yang selalu siap siaga dan bekerjasama dengan berbagai pihak terhadap segala bentuk ancaman bencana yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita," harap Yul Amri.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Editorial, alat ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, yang ditujukan untuk mengurangi tingkat resiko bencana alam khususnya bencana longsor

"Alat senilai lebih kurang Rp400 juta ini, kita usulkan sebenarnya Empat unit. Namun karna keterbatasan dana dari BNPB Pusat sendiri, tahun kini kita dapatkan 1 (satu) unit," terang Editorial.

Terkait lokasi pemasangan ditetapkan oleh Tim Teknis yang berasal dari Universitas Gajah Mada (UGM). "Kita sudah survei di empat lokasi yakni Bukit Manggiu, Pinti Kayu, Taratak Tinggi dan Liki Atas. Setelah dipertimbangkan, termasuk tingkat kerawanan dan juga jumlah penduduk, tim akhirnya menetapkan daerah Liki Atas ini," jelas Editorial.

Fatah, salah seorang teknisi dari UGM, mengatakan bahwa Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah di antara 24 daerah di Indonesia yang mendapatkan bantuan serupa untuk tahun ini.

"Alat ini berbunyi dengan 3 jenis suara pada tingkatan kondisi status bencana, yakni waspada, siaga, dan awas. Serta memiliki 4 sensor yakni 2 sensor untuk pergerakan tanah, 1 untuk kemiringan tanah, serta 1 sensor untuk curah hujan," terangnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Unsur Forkopincam Sangir, Wali Nagari Lubuk Gadang Selatan, tokoh masyarakat, pelajar, dan undangan lainnya. (rls)

Komentar